Kerajinan Kulit “Kaligrafi” Dari Sukoharjo

0 387

Salah satu pengrajin kaligrafi di Dukuh/Kelurahan Sonorejo, Triyono Miyono, menyebutkan industri kerajinan kaligrafi dan wayang di wilayah setempat selama ini mengandalkan pasokan bahan baku dari Jakarta atau daerah lain dengan produksi kulit kambing lebih banyak. Dia mengatakan hal itu karena suplai atau pasokan dari wilayah lokal Soloraya jumlahnya masih jauh dari memadai.

Masalahnya selain sulit harga bahan baku juga makin mahal. Ada kenaikan sekitar Rp 3.000 untuk per lembar kulit kambing jawa ukuran agak kecil. Dikemukakan pula, untuk memenuhi kekurangan bahan baku, pengrajin harus mencari ke daerah-daerah lain di Jawa Tengah, Jogjakarta, bahkan sampai Jawa Timur.

“Kalau di pasar local Soloraya misalnya dari Boyolali, Baturetno di Wonogiri, Klaten, atau dari Bantul di Jogjakarta. Sedangkan di Jawa Timur, kami juga sering mencari sampai Ponorogo,” paparnya lagi.

Triyono mengemukakan kekurangan bahan baku terutama karena pesanan atau order kerajinan yang terus meningkat. Menurut dia, selain di pasar lokal domestik, hasil produksi hiasan kaligrafi dari kulit kambing jawa banyak diekspor ke negara-negara di Timur Tengah.

Pada bagian lain Triyono menyampaikan, meski kulit kambing jawa makin sulit didapatkan, setengah tahun terakhir jumlah pengrajin kaligrafi di Kelurahan Sonorejo justru mengalami perkembangan. Beberapa tahun sebelumnya, usaha pembuatan kerajinan kaligrafi hanya kitar tujuh orang. Namun beberapa bulan ini, jumlahnya bertambah menjadi sekitar 16 orang.

Source Kerajinan Kulit Kaligrafi Dari Sukoharjo Pengrajin kaligrafi sulit peroleh bahan baku
Comments
Loading...