Kerajinan Kelom Geulis Tasikmalaya

0 212

Tasikmalaya identik dengan kelom. Sandal kayu ini akrab disebut Kelom Geulis. Di kampung Gobras Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari, lebih dari 100 warga jadi perajin kelom yang menyusun bagian kelom, dari tampah, ukiran kelom, hingga kelom siap pakai.

Toha perintis Kelom Geulis ini di usia senjanya, masih membuat kelom. Usaha ini sudah dia rintis sejak tahun 1956. Saat itu, hanya tiga perajin kelom yang ada di Gobras, sekitar satu jam dari pusat kota Tasikmalaya. Belajar dari pengamatannya, Toha lantas buka usaha.

Ia mendapat pasokan bahan baku kelom, kayu albasia dari Pakidulan, daerah di selatan Tasikmalaya. Kayu-kayu itu lantas dibentuknya menjadi kelom polos alias tak berukir. Toha menjual kelom buatannya ke Bandung. “Harganya Rp 30.000 per kodi,” kata Toha dengan bahasa Indonesia terbata-bata. Kala itu, dia memanggul kelom-kelom itu ke Bandung.

Uniknya, para perajin kelom di daerah ini tidak melakukan seluruh proses produksi dari awal hingga akhir. Umumnya mereka mengerjakan satu bagian proses. Ada yang mengambil kelom dari perajin lain, dan menyempurnakannya menjadi kelom siap pakai. Ada yang mengukir. Ada pula yang sekadar memasangkan kain penjepit untuk dikepit saat konsumen memakainya.

Selain ke Tasikmalaya, kelom bikinan Toha juga menyebar ke Bogor, Surabaya, dan Bandung. Ia mengirim dua hingga tiga kali sepekan ke tiga wilayah itu. Di Jakarta, pedagang Pasar Senen menjadi langganannya. Sekali kirim 200 pasang. Toha juga memproduksi kelom rematik. Ini jenis kelom dengan bulatan-bulatan kayu timbul. Ketika dipakai, telapak kaki akan tertusuk.

Source Kerajinan Kelom Geulis Tasikmalaya Sentra kelom Tasikmalaya: Produksi berantai di satu kampung (1)
Comments
Loading...