Telekung Bordiran Khas Sumatra Utara

0 171

Telekung bordiran sempat berjaya di pasar Sumatera Utara (Sumut), namun enam tahun terakhir dirasakan pelakunya sebagai masa-masa sulit. Begitu pun, tidak membuat Ami, seorang dari sekian banyak perajin telekung bordir, menutup usahanya. Dia bertahan dan berproduksi dengan kondisi yang sangat terbatas. Dia  bekerja saat orderan masuk di rumah nya di Jalan Halat, Gang Sari. Dengan orderan itu dia pun mulai membuat telekung dan bisa melestarikan telekung bordir di percaturan usaha bordir Sumut.
Dia juga melihat banyaknya usaha pembuatan telekung bordir dengan teknologi komputer menjadi kendala lainnya. Teknologi komputer juga membuat usaha telekung bordir manual semakin terpuruk dan tidak mampu bersaing. Karena, dengan bordir komputer harga produksi bisa jauh lebih murah.

“Selain cantik, juga murah. Kalau bordir tasik, yang kita  buat kan lebih mahal, tapi tahan lama” katanya.

Telekung produksinya bisa menembus pasar Malaysia, Jakarta dan Pekan Baru.  Bahkan omsetnya per bulan bisa mencapai Rp 3 juta. Kini, Ami terpaksa memutar otak untuk tetap bisa bertahan. Salah satunya menanti orderan. Biasanya, orderan banyak ketika bulan puasa. Sementara bulan lainnya, permintaan pembuatannya, sangat minim.

Biasanya, orderan banyak ketika bulan puasa. Sementara bulan lainnya, permintaan pembuatannya, lumayan minim. Biasanya dia  mematok harga telekung produksinya dengan harga per unitnya mulai Rp 150 ribu.

Source Telekung Bordiran Khas Sumatra Utara Order Lestarikan Telekung Bordir
Comments
Loading...