Kerajinan Aksesoris Pengantin Di Bantul

Kerajinan Aksesoris Pengantin Di Bantul

'); }());
Perajin tembaga spesialis aksesori pengantin di sentra kerajinan Krapyak Wetan, Desa Panjangrejo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memasok produknya ke beberapa tengkulak di Yogyakarta.

“Ada 12 home industri skala rumah tangga yang menggeluti kerajinan tembaga spesialis manten (pengantin) di dusun ini, selama ini produk perajin disuplai ke tengkulak-tengkulak Yogyakarta,” kata ketua kelompok perajin tembaga `Bangun Karya` Pedukuhan Krapyak Wetan, Bantul.

Menurut dia, aksesori pengantin yang dihasilkan tersebut berbahan baku tembaga, sementara manik-manik menggunakan batu kaca tiruan, sedangkan aksesori yang diproduksi di antaranya menthul, bros, kalung penganten.

“Untuk memenuhi permintaan tengkulak saja kadang-kadang masih kurang, apalagi pada saat musim pengantin, kami sampai kewalahan memenuhi, akan tetapi kami bersyukur karena sejauh ini pemasaran masih baik,” katanya.

Dalam memasarkan ke tengkulak, kata dia semua perajin tidak mengumpulkan barang kerajinan tersebut menjadi satu, akan tetapi dipasarkan secara sendiri-sendiri kepada tengkulak yang sudah menjadi kepercayaan masing-masing.
“Untuk menjual langsung memang masih sulit, karena rata-rata sudah memiliki tengkulak masing-masing, kecuali kalau ada pameran yang difasilitasi Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), maka produknya kelompok,” katanya.

Ia mengatakan, setiap satu set aksesori pengantin dijual dengan harga mulai dari Rp950 ribu sampai Rp1,5 juta tergantung tingkat kesulitan desain, dalam memproduksi kerajinan tersebut perajin juga menyesuaikan dengan permintaan model.

“Dalam seminggu rata-rata setiap perajin dengan rekan kerja empat orang bisa memproduksi enam set aksesori pengantin, jadi kalau sebulan bisa mencapai sekitar 20 set, dari produksi itu perajin bisa meraih omzet kotor sekitar Rp12 juta per bulan,” katanya.

Namun demikian, kata dia omzet itu masih dikurangi dengan ongkos produksi, upah tenaga kerja yang rata-rata sebagai buruh harian lepas serta pembelian bahan baku seperti tembaga dalam bentuk lembaran dan juga kawat serta manik-manik.

“Bahan baku juga tidak masalah bisa membeli dari wilayah Kotagede Yogyakarta, seperti bahan baku kawat dibeli dengan harga Rp90 ribu per kilogram, kemudian tembaga Rp125 ribu per lembar dengan tebal tiga ml, ukuran 60 kali 90 centimeter,” katanya.
bantulperhiasanpernikahan
Comments (0)
Add Comment