Kerajinan Akar Bahar Di Simeulue

0 317

Kerajinan Akar Bahar Di Simeulue

Akar bahar banyak diburu oleh sejumlah wisatawan lokal maupun mancanegara untuk dijadikan perhiasan atau cendera mata. Akibatnya, tumbuhan ini yang tumbuh di bawah laut dengan kedalaman mencapai 50 meter ini semakin langka. Tumbuhan laut ini pun sekarang semakin sulit ditemukan.

“Saya setuju dibuat peraturan tentang eksploitasi soal akarbahar, jangan nanti setelah habis baru ada penyesalan dan buru-buru buat peraturan,” kata seorang pengrajin akarbahar di Simeulue, Aceh, Farid.

Dia menilai pengambilan akarbahar di perairan laut Simeulue berlangsung tanpa kendali dan serampangan. Sehingga diyakini biota laut berwarna hitam yang tumbuh di atas batu itu, semakin sulit ditemui. Apa lagi, pengambilan akarbahar oleh sejumlah penyelam dilakukan dengan cara tidak ramah lingkungan. Seperti merusak terumbu karang untuk mengambil akarbahar.

Kata Farid, membuat akarbahar bernilai ekonomis hanya menggunakan peralatan sederhana. Setelah dipilih dan dibersihkan akarbahar, lalu dipotong dan dipanaskan dengan lampu teplok, kemudian dihaluskan.

Adapun harga jual akarbahar sangat menjanjikan. Untuk gelang dibanderol harga Rp 200 ribu hingga Rp500 ribu per gelang. Sedangkan khusus untuk tongkat komando, dipatok harga Rp 3 juta hingga Rp 6 juta dan untuk cincin Rp 50.000 per cicin.

Sementara Wakil Bupati Simeulue, Hasrul Edyar membenarkan sedang terjadinya eksploitasi akarbahar untuk dijadikan aksesoris berupa barang antik.

“Iya benar, akarbahar sedang diganduringi dan diburu dari laut, ini informasi dan masukan yang sangat bagus, saya perintahkan DKP untuk menyurati camat, supaya duduk bersama untuk membuat peraturan soal akarbahar,” kata Hasrul Edyar.

Dia menambahkan, dengan adanya peraturan baru, sehingga nantinya tidak terlambat untuk menyelamatkan biota laut akarbahar yang saat ini terus menerus diburu oleh penyelam.

Source http://habadaily.com http://habadaily.com/news/6465/akarbahar-semakin-sulit-ditemukan-di-simeulue.html
Comments
Loading...