Kerajinan Akar Kayu Jati Bojonegoro

0 402

Sentra kerajinan akar jati di Desa Geneng, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ramai tiap pekan. Umumnya mereka adalah pebisnis mebel dan souvenir yang sekali beli barang bisa dua hingga tiga truk. Warga asing yang sering datang dan membeli kerajinan berbahan akar kayu jati erosi antara lain Belanda, Jerman, Prancis, Italia, Brasil, Argentina, Inggris, dan Yunani. Selain melayani warga asing, para pengrajin melayani pebisnis mebel dan suvenir asal Bali, Jepara, dan Yogyakarta.

Lokasi Sentra Kerajinan Akar Jati

Desa Geneng berada di sepanjang Jalan Raya Ngawi Cepu, sekitar 55 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Bojonegoro. Adalah hutan jati yang membentang sekitar 15 kilometer sebagai batas pemisah Desa Geneng dengan desa lainnya. Kini, akses ke desa itu tak lagi tanah tapi beton. Ada tiga rute untuk menuju Desa Geneng. Pertama, lewat Ngawi, Bojonegoro dan lewat Cepu, Jateng. Rute Ngawi dan Cepu lebih dekat dibanding dari Bojonegoro. Meski sudah menjadi sentra, kawasan itu masih jauh dari hiruk pikuk keramaian kota.

Di halaman rumah warga ada tumpukan akar jati. Ukurannya dari kecil hingga besar. Akar-akar tersebut ada yang sudah didesain membentuk daun, meja, dan kursi. Ketua Paguyuban Jati Aji yang menaungi 80-an pengrajin di sana, Yuli Winarno, Rata-rata, mereka menjadi buruh tani atau pencari kayu bakar di hutan. Pendidikannya hampir 95 persen tamatan sekolah dasar.

Yuli memiliki cerita sendiri tentang kawasan sentra ini sebelum tahun 2.000. Menurutnya, penduduk di Desa Geneng sangat miskin. Pekerjaan hanya cari rencek (kayu bakar), membuat arang, mencari tanah uruk, dan buruh tani.

Usai reformasi, penjarahan hutan di sekitar desa itu terjadi begitu luar biasa. Namun, pelakunya berasal dari Blora dan Ngawi. Warga Desa Geneng cuma menjadi penonton saja, sementara, saat itu pekerjaan sulit dicari.

Source Sentra Kerajinan Akar Kayu Jati Bojonegoro Sentra Kerajinan Akar Kayu Jati Bojonegoro
Comments
Loading...