Kerajinan Akar Kayu Robusta Di Kabupaten Empat Lawang

0 379

Kerajinan Akar Kayu Robusta Di Kabupaten Empat Lawang

Selain kreatif, wirausahawan yang cerdas harus mampu memanfaatkan hasil sumber daya alam yang ada untuk menjalankan bisnisnya. Lukman Al Hakim salah satu contohnya. Dengan keterampilan mengukir yang dimiliki, dia mampu mengubah akar dan batang kopi yang banyak dijumpai di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, menjadi kerajinan khas daerah.

Cukup banyak pelaku usaha yang memamerkan karyanya pada ajang Teknologi Tepat Guna dan PNPM-Mandiri Pedesaan Expo tingkat provinsi Sumsel di kompleks Dekranasda Jakabaring, beberapa waktu lalu. Namun hanya sedikit yang unik. Salah satunya hiasan dan miniatur yang terpajang di stand Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Empat Lawang.

Dibilang unik, bahkan langka, karena karya seni tersebut terbuat dari akar kopi robusta yang belum pernah dijumpai di Sumsel. ”Kalau kerajinan akar teh sudah cukup banyak di Pagaralam. Namun untuk akar dan batang kopi, ini baru satu-satunya,” ungkap Lukman Al Hakim, perajin hiasan dan miniatur tersebut.

Kata dia, seni mengukir hiasan dan miniatur telah menjadiprofesinya sejak 2009 lalu. Dari usaha  tersebut, dirinya bisa memberikan nafkah kepada keluarganya. ”Hasil pejualannya cukup untuk menjalani aktifitas kami sehari-hari,” tandasnya. Lukman mengatakan, dirinya terinspirasi menjadi perajin hiasan dan miniatur karena langka. Selain itu, sesuai dengan bakat mengukir yang dimiki.

”Sebelum terjun ke usaha ini, saya sudah lebih dulu memproduksi produk furnitur dengan label usaha AA Furniture pada 2009. Saya menggunakan kayu keras seperti bambang, bubutan, dan duren untuk dibentuk menjadi kursi, lemari, dipan sesuai pesanan dengan ukiran khas Jepara,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, keahliannya mengukir merupakan warisan keluarganya saat masih berdomisili di Jawa Barat. Selain hiasan dan miniatur, dia juga memanfaatkan limbah mebel seperti serbuk dan potongan kayu untuk dibuat souvenir gantungan kunci, kotak perhiasan, bingkai foto, dan pot bunga. ”Sudah tradisi turun menurun keluarga saya,” imbuhnya.

Untuk memproduksi hiasan dan miniatur khas Empat Lawang, Lukman memilih akar dan batang kopi hasil kebun yang berumur 50 tahun ke atas. Langsung dibentuk menjadi hiasan dan miniatur menggunakan benda-benda tajam. Setelah berbentuk, baru dilakukan pengupasan kulit kayu dengan pahat, kemudian pengamplasan (penghalusan), dan terakhir melamik (diclear) supaya anti gores.

Nah, karena bisa dijadikan usaha, bahkan prospektif, Pemda Empat Lawang berinisiatif memberdayakan akar dan batang kopi. ”Pemda merangkul kami para perajin mebel untuk belajar mengolah akar dan batang kopi ke Yogyakarta selama 15 hari pada tahun lalu. Saya sebagai koordinator perajinnya,” tandasnya.

Setelah pelatihan, Lukman bersama perajin lainnya langsung mengelola akar dan batang kopi menjadi hiasan dan miniatur. Karena ingin mengangkat budaya Empat Lawang sekaligus menyambut dan SEA Games, Lukman dan pengusaha lain pun menciptakan produk khas. ”Saya buat miniatur serapungan dan tugu Empat Lawang. Istilah serapungan di Empat Lawang dikenal sebagai berenang di atas bambu atau mengapung dengan bambu sambil berenang. Lomba serapungan rutin digelar di daerah ini,” paparnya. Selain itu, dia juga membuat hiasan, kap lampu, tempat lilin, dan beberapa peralatan menarik lainnya.

”Harga jual untuk miniatur serapungan Rp250 ribu hingga Rp350 ribu per unit. Sedangkan kap lampu mulai Rp1,5 juta dan miniatur tugu Empat Lawang Rp250 ribu-Rp350 ribu per unit. Yang pasti dalam sebulan, saya bersama lima perajin, bisa memproduksi 50 lebih hiasan dan miniatur,” tukasnya.

Terakhir, Lukman memasarkan karyanya pada Maret lalu. ”Responnya bagus, terjual sebanyak 15 unit. Dari jumlah itu, omzet yang saya terima sebesar Rp10 juta dengan keuntungan yang mencapai Rp7 juta,” bebernya. Dia mengatakan, pasar kerajinan akar dan batang kopi masih sangat prospektif. Itu karena belum ada hiasan dan miniatur serupa yang diciptakan dan dipasarkan di Sumsel. ”Makanya saya bersama perajin lain ingin terus kembangkan. Rencananya dalam waktu dekat kami akan buka galeri,” pungkasnya.

Source http://www.ayopreneur.com http://www.ayopreneur.com/manufaktur/lukman-al-hakim-manfaatkan-akar-robusta-untuk-kerajinan
Comments
Loading...