Kerajinan Akrilik Etnik Di Medan

0 97

Kerajinan Akrilik Etnik Di Medan

Gelang tangan yang teruntai dari susunan swarovsky merah muda melingkar manis di pergelangan tangan gadis muda. Ia tampak sumringah dan ceria dibalut pakaian warna senada.

“Saya paling suka pakai gelang ini, kesannya semarak tapi ngak norak,” ujar Lula tersenyum sembari menunjukkan gelang etnik di pergelangan tangan kirinya.

Ia mengenal produk etnik Eka Riviera dari seorang temannya yang sudah lebih dulu menggunakan produk buatan Eka Riviera. Tak seperti kebanyakan produk yang dijumpai di pasaran kualitas produk-produk buatan Eka Riviera sudah diekspor ke mancanegara dan produknya pun dipajang di outlet-outlet mewah seperti salah satunya di Hotel JW Marriot Medan.

Bahan-bahan seperti batu akrilik kualitas baik dan batu swarovsky menjadi bahan utama untuk pembuatan aksesoris Eka Riviera antara lain kalung, cincin, gelang maupun tas. Itu sebabnya, harga untuk aksesoris-aksesoris ini juga terbilang tidak murah pun juga tidak bisa dikatakan mahal mengingat produk Eka Riviera adalah produk handmade dengan desain tiap produk yang tidak pasaran alias limited edition.

Rata-rata harga aksesoris maupun tas nya berkisar antara Rp 150 ribu – Rp 850 ribu. Pelanggan pun bisa memesan aksesoris sesuai model yang diinginkan . Jadi benar-benar eksklusif seolah hanya kita sendiri lah yang memiliki jenis barang seperti itu.

Untuk jenis barang handmade, pasarnya jelas kalangan penyuka barang-barang unik yang tidak ditemukan secara massal di pasaran. Sehingga cara memasarkannya pun berbeda. Itu sebab Eka Riviera memilih cara promosi dengan mengikuti aneka pameran yang diselenggarakan kantor dinas pemerintah.

Hasilnya, produk Eka Riviera, yang diberi nama sama seperti dirinya kini sudah punya nama di kalangan para pecinta kerajinan tangan di Kota Medan sekitarnya. “Setelah sering diajak pameran-pameran di wilayah kota Medan. Produk kita pun laris manis dan banyak pesanan baik asesoris maupun tas,” ceritanya.

Bahkan saat ini penjualan produk tas Eka Riviera pun tak hanya dipasarkan di Medan dan beragam kota di seluruh Nusantara mulai Kuala Langsa, Jambi, Bukittingi, Jakarta, Jogja, Surabaya, Bali, Makassar, Irian Jaya.

Produk tasnya juga sudah sampai ke luar negeri seperti Singapura, Malaysia dan Algeria. Bahkan lewat seorang temannya yang orang Belanda produk tasnya pun kabarnya sampai Rotterdam dan Irlandia.

Dari bahan baku akrilik, kristal, manik-manik kaca daur ulang, manik-manik kayu, batu-batu kerikil, batu akik, kerang, mote pasir dan payet produk aksesoris Eka Riviera dirancang dalam aneka mode oleh Diah Wartsuji ibu kandung Eka, yang menjadi desainer produk-produk Eka Riviera selama ini. Saat ini Eka Riviera sendiri mempunyai tim terdiri dari 1 designer yaitu Diah Wasrsutji yang tidak lain adalah ibu kandung Eka. Selain itu ada 1 staff tetap, 1 penjahit, 1 kurir dan 4 orng perakit part time yang dibayar sesuai hasil produksi dan 4 mitra usaha tas kulit, tas Batik, etnic jewelery dan bahan Batik Medan.

Produksi biasa disesuaikan dengan jumlah order yang diterima. Bisa 4-5 tas dalam sebulan ditambah dengan aksesoris lainnya.Untuk saat ini omset bisa mencapai Rp 10 juta per bulan.

Inovasi dan kreasi tanpa henti disadari Eka, menjadi modal utama agar produk tetap eksis dan bisa diterima pasar. Dia pun sadar persaingan di dunia usaha yang begitu sengit harus disikapi dengan cara terus belajar memperbaiki diri baik dari seri manajemen, kualitas produk serta promosi yang gencar.

Mengingat fokus usahanya yang sangat terkait dengan tren fesyen yang selalu berkembang dan selalu berganti-ganti membuat Eka bertekad untuk juga  bisa selalu up date dengan tren terkini.

“Untuk eksis saya ingin Eka Riviera bisa menjadi trend setter untuk produk-produk aksesoris handmade,” ujarnya.

Dia berharap kedepan produk buatannya bisa semakin eksis dengan target go internasional. Apalagi per Januari ini dia baru saja pindah ke Jakarta dengan demikian bisa lebih aktif berkumpul dengan kelompok-kelompok pengrajin handmade di Incraft. Selengkapnya baca di halaman 3 rubrik Entrepreuner.

Source http://www.medanbisnisdaily.com http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2016/01/17/210645/bisnis-asyik-dari-hobi-kerajinan-akrilik/
Comments
Loading...