Kerajinan Aksesoris Dari Batok Di Badung

0 144

Kerajinan Aksesoris Dari Batok Di Badung

Ratusan gasper untuk sarung pantai yang terbuat dari bahan batok kelapa dibersihkan dengan seutas kain oleh Hajjah Tahira.

“Ini orderan pelanggan saya dari Pasar Kumbasari (Denpasar). Sebentar lagi mau dikirim sama suami,” ucapnya, saat ditemui di rumahnya, Desa Kelan, Kuta, Badung, Bali.

Wanita kelahiran Kepulauan Ra’as, Desa Brakas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur ini, akhirnya bercerita bahwa dirinya sudah puluhan tahun menekuni kerajinan batok kelapa untuk dibuat berbagai macam kerajinan khas batok kelapa.

Kerajinan batok kelapa yang dibuatnya di antaranya seperti tempat sabun, tas bulat batok kelapa, gasper serta tempat perhiasan dari kayu kelapa.

“Kalau yang bikin kerajinannya suami saya, kalau saya hanya membantu bor untuk lubang batoknya saja. Kadang kalau orderan ramai saya juga bikin kerajinan di gudang. Walaupun berdebu-debu tidak apa-apa yang penting halal,” imbuhnya.

Hajjah Tahira juga menceritakan, cara membuat gasper untuk sarung pantai dan tempat sabun. Awalnya, batok kelapa dikupas sampai alus menggunakan amplas di mesin dinamo sampai serabut batok kelapanya hilang.

Kemudian, baru ditandai dengan spidol dengan bentuk bulat, segitiga, oval, dan bentuk jantung hati. Setelah itu, kemudian dipotong sesuai ragam bentuk di mesin dinamo.

Setelah diukir dan bentuk gasper dan tempat sabun sempurna, baru dihiasi gambar-gambar bunga dengan menggunakan airbrush sehingga terlihat menarik dan mengkilat.

“Kalau tempat sabun dari batok kelapa, di bawahnya masih dilem agar kuat dan tidak lepas. Kalau gasper, yang sudah bagus bentuknya hanya tinggal di airbrush saja,” ucapnya.

Untuk kisaran harga gasper perbijinya hanya Rp 3000 dan tempat sabun seharga Rp 5000. Namun untuk kerajinan tempat perhiasan dari kayu kelapa per bijinya berkisar Rp 50.000.

“Kalau sekarang orderan masih sepi berbeda dengan tahun sebelumnya. Ini saja baru satu bulan dapat orderan. Iya menunggu stok di toko pelanggan (Bos) habis dulu. Baru mereka memesan lagi. Kalau dulu, hampir tiap Minggu ada orderan,” ungkapnya.

HajjahTahira juga mengatakan kalau orderannya juga banyak yang dikirim ke luar negeri. “Kalau kata pelanggan, ada yang dikirim ke Australia dan negara lainnya,” tuturnya.

“Jadi pengerajin batok kelapa iya harus disyukuri saja. Kalau pas ramai, keuntungannya bisa dibuat menabung. Kalau lagi sepi, iya kadang utang sama tetangga,” tutupnya sambil tertawa.

Source https://www.timesindonesia.co.id https://www.timesindonesia.co.id/read/192532/20181211/180842/cerita-hajjah-tahira-pengrajin-gasper-dan-tempat-sabun-batok-kelapa/
Comments
Loading...