Kerajinan Aksesoris Dari Buah Genitri Di Kediri

0 223

Kerajinan Aksesoris Dari Buah Genitri Di Kediri

Biji buah jenitren/rudraksha atau yang biasa disebut Genitri (Elaeocarpus serratus) berlimpah di Desa Kedawung, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Biji buah ini dimanfaatkan oleh Indarwati untuk membuat aksesoris.

Dari buju buah itu Indarwati membuat gelang, kalung, bros dan gantungan kunci.Namun aksesoris buatan Indarwati tidak hanya untuk mempercantik penampilan, biji Genitri juga punya fungsi digunakan sebagai alat terapi kesehatan.

Genitri dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit, mulai dari menurunkan hipertensi, mencegah kerusakan paru-paru, meluruhkan lemak tubuh, mengatur keaktifan otak, menghisap polutan, menghilangkan stres, mengobati epilepsi, asma, radang sendi dan penyakit hati (lever). Namun yang perlu diperhatikan biji genitri saat hendak dikonsumsi harus dijaga kebersihannya.

Berawal dari keterampilannya membuat aksesoris sejak kecil, Indarwati berkeinginan memanfaatkan genitri yang melimpah untuk dijadikan bahan baku pembuatan aksesoris. Pada 2013 lalu, ia pun membuat bros atau hiasan kerudung dan tak disangka banyak peminatnya.

Untuk bahan baku biji genitri, Indarwati mengambil dari hutan lereng Gunung Wilis saat bulan April-Juni. Dikarenakan genitri hanya tumbuh di hutan dan berbuahnya musiman. “Jadi bulan-bulan tertentu, pasokan bahan agak berkurang,” cakapnya.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat desa mulai mengembangkan dan mengelola genitri di lingkungan tempat tinggalnya. Tidak hanya menggunakan genitri sebagai bahan utama membuat aksesoris, Indarwati memakai bunga pinus, biji karet, kulit kayu, botol, gelas plastik bekas dan memanfaatkan kain perca.

Harga yang ditawarkan masing-masing aksesoris berbeda-beda, mulai dari bros berkisar dari harga Rp4 ribu-Rp60 ribu. Gelang berkisar dari harga Rp20 ribu-Rp75 ribu. Untuk kalung mulai harga Rp25 ribu hingga satu juta rupiah. Untuk gantungan kunci mulai harga Rp5 ribu- Rp15 ribu.

Bahkan ia juga pernah mengirim hasil karyanya ke Istanbul dan India. Saat proses produksi, ia pun dibantu oleh beberapa karyawan. Namun hanya untuk bahan daur ulang.

“Untuk berbahan kawat saya sendiri yang pegang, sebab kawat membutuhkan ketelitian lebih dan harus benar-benar telaten,” tandasnya.

Asesoris buatan Indarwati dinamai ‘Myesa Craft & accessories’ dan dipasarkan melalui media sosial. “Setiap bulan omzet saya fluktuatif, tapi setiap hari saya tetap produksi,” pungkasnya.

Source https://www.cendananews.com https://www.cendananews.com/2017/09/genitri-tidak-hanya-aksesoris-tapi-juga-jadi-obat.html
Comments
Loading...