Kerajinan Aksesoris Dari Kawat Tembaga Di Palembang

0 307

Kerajinan Aksesoris Dari Kawat Tembaga Di Palembang

Ummi Rahmawati mengubah kawat tembaga menjadi perhiasan cantik, kawat tembaga yang biasannya identik dengan komponen listrik di Kota Palembang disulap menjadi perhiasan cantik dan mahal. Minat kaum hawa terhadap hasil karyanya ini cukup tinggi, tidak heran jika omzet per bulan mencapai puluhan juta rupiah.

Sejumlah mall di Kota Palembang, sekarang ada varian baru yaitu perhiasan dari kawat tembaga. Ummi Rahmawati memasarkan hasil kerajinan kawat tembaganya, selama tiga tahun terakhir, dari mal ke mal dan sejumlah pameran UMKM. Kaum hawa pasti ingin memiliki perhiasan cantik ini. Ada kalung, cincin dan juga aksesoris lainnya, semua tertata rapi untuk memudahkan pengunjung memilih-milih.

Perhiasan ini terbuat dari bahan baku kawat tembaga, yang dipadu dengan batu alam beserta liontinnya. Ide awalnya, saat Ummi masih kuliah di fakultas pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang, ia iseng berjualan aksesoris perumpunan, dan hasilnya lumayan.

Dengan uang Rp5 juta, dan belajar dari pengrajin perhiasan di Kabupaten Ogan Ilir, Ummi nekat berkreasi menjadi pengrajin kawat tembaga, belajar dari berbagai sumber. Dipilihnya kawat tembaga berdasarkan sifat tembaga yang awet, tanpa karat dan unik.

Tidak disangka kreasinya ini diminati kaum hawa di Palembang. Untuk menciptakan perhiasan ini diperlukan kawat tembaga, mandrel atau alat ukur, obeng dan gunting. Selain itu tentu membutuhkan batu alam, giok, atau liontin.

Prosesnya mirip merajut, Ummi menyilangkan kawat tembaga dan melilit lingkaran giok dengan motif bunga. Pekerjaan ini membutuhkan kesabaran, keuletan serta ketelitian, karena jika ceroboh produksinya bisa gagal dan rugi. Ummi menjelaskan waktu pengerjaan bervariasi mulai 10 menit hingga seharian, tergantung tingkat kesulitan dan ukuran aksesoris. Kreasi Ummi dijual bukan di Palembang, tetapi dijual ke Aceh, Surabaya, Bali, dan Lombok. Pemasarannya, ia memanfaatkan jaringan reseller dan media sosial, dengan harga jual mulai Rp25 ribu hingga Rp3 juta.

“Tembaga itu unik, elastis, dan mudah dibentuk dengan tingkat kesulitan melalui ide langsung dari pemikiran kita jadi bentuknya tidak terbatas,” kata Ummi, Palembang.

“Bagus, unik dan lucu jika dipakai kalau harga sih terjangakau” kata Sierra Dwisella, pelanggan.

Hasil kreasi ini tentu membuatnya bangga, karena selain mandiri, Ummi yang berhijab ini juga menjadi tulang punggung keluarga, padahal latar belakang pendidikannya di bidang pertanian.

Source https://economy.okezone.com https://economy.okezone.com/read/2016/10/08/320/1509602/inspirasi-bisnis-bermodal-kawat-tembaga-perajin-ini-kantongi-puluhan-juta
Comments
Loading...