Kerajinan Aksesoris Kawat di Kediri

0 211

Kerajinan Aksesoris Kawat di Kediri

Melihat tingginya peminat hijab di Indonesia, seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Kediri menciptakan peluang bisnis berupa kerajinan seni merangkai kawat menjadi perhiasan atau ware art. Aneka produk perhiasan dan aksesoris yang dihasilkan kini sudah mampu menembus pangsa pasar manca negara melalui sistem penjualan online.

Pengrajin ini adalah Lucky Prawito Purnami, tinggal di Jalan Soekarno Hatta, gang Asparagus, Desa Tepus, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.  Lucky mengaku, awalnya hanya dari sekedar hobbi mengkoleksi aksesoris dari kerajinan craff, tahun 2009 silam. Akhirnya, ibu dua anak ini mencoba memodifikasi menggunakan bahan baku kawat sebagai pengaitnya atau ware art.

Ilmu mejalin kawat ini dipelajarinya secara otodidak di internet. Hasil kerajinanya ini mendapat respon dari teman temannya setelah diunggah di jejaring sosial facebook. “Awalnya saya posting di facebook. Ternyata teman teman banyak yang suka. Akhirnya saya menekuninya,” ujar Lucky.

Sering tingginya wanita memakai hijab, Lucky mengaku, peminat karyanya juga semakin banyak. Karena kewalahan melayani pemesanan, Lucky akhirnya mengundurkan diri dari pekerjaanya dan semakin serius menggeluti bisnisnya ini.

Lucky memakai bahan baku kawat dengan kualitas terbaik agar mampu bertahan lama. Begitu juga dengan ornamen lain berupa tembaga dan jarum. Sedangkan batu akik, batu druzy, rhodonite serta manik-manik kaca, biasanya dibeli dari daerah Surabaya, Pacitan dan Trenggalek.

Menurutnya,  butuh ketelitian dan kesabaran serta ide kreatif untuk menciptakan produk kesenian ini, karena desaian setiap produk berbeda. Tak heran apabila harga jualnya relatif tinggi. Lucky membandrol setiap produksinya antara Rp 10 ribu hingga Rp 750 ribu, disesuaikan tingkat kesulitan.

Macam-macam produk yang dihasilkan dari Lucky colektion ini antara lain, bross, aneka gelang, kalung, cincin, anting dan liontin ini merupakan hasil karya dari tangan terampil. Dibantu empat orang karyawannya, lucky mampu memproduksi aneka perhiasan dan aksesoris dari bahan baku kawat atau Iare art lebih dari 300 biji setiap bulannya.

Melalui penjualan online di internet, pelanggan Lucky datang dari sekitar Kediri, Surabaya hingga manca negara. Diantaranya pemesanan berasal dari Malaysia dan Korea. Dalam sebulan dia mampu meraup omzet antara Rp 3 sampai 7 juta.

Untuk membatu pekerjaanya, Lucky sengaja memiliki ibu ibu rumah tangga dan mahasiswi. Mereka mengaku, selain mendapatkan ketrampilan, juga sekaligus memperoleh penghasilan tambahan. Seperti Fariah Kurnawati ini misalnya. Sudah satu tahun dia bergabung dengan rumah produksi koleksi Lucky.

Di sela kegiatan rumah tangga, dirinya menyempatkan untuk membantu membuat kerajinan . Untuk setiap satu biji aksesoris yang dihasilkan, dia mendapat ongkos sebesar Rp 10 ribu. Pekerjaan ini dilakukannya sebagai penyalur hobi sekaligus sebagai tambahan penghasilan.

Lucky sebenarnya juga menularkan ilmunya ini kepada karang taruna dan ibu ibu di sekitar lingkugannya. Pproses pembuatan kerajinan ini diawali dengan membuat kerangka berpola dari kawat yang lebih besar. Kemudian dirajut menggunakan kawat lebih kecil sesuai desain.

Kemudian batu dan manik manik dirangkai satu demi satu sesuai model yang diinginkan. Proses akhir, ujung kawat diplintir sebagai pemanis sedemian rupa, sehinggaa perhiasan dan aksesoris tampak lebih cantik dan dilakukan pengemasan.

Source http://beritajatim.com http://beritajatim.com/gaya_hidup/289239/aksesoris_kawat_ibu_ini_tembus_manca_negara.html
Comments
Loading...