Kerajinan Aksesoris Khas Mentawai

0 259

Kerajinan Aksesoris Khas Mentawai

Tak seberapa luas pelataran pondok itu, jika diukur hanya sekitar 3X3 meter, atapnya dari daun sagu (tobat). Pada sambungan pelataran tersebut terdapat sebuah gudang kecil tempat penyimpanan beragam warna manik-manik dan aneka hasil kerajinan tangan tadisional Mentawai.

Pondok itulah yang dijadikan semacam galeri oleh kelompok ibu-ibu di Dusun Bat Joja, Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, Mentawai yang menamakan dirinya Kelompok Dasa Wisma Melati 1 Dusun Bat Joja. Galeri sederhana itu berjarak sekitar 100 meter dari Kantor Kecamatan Siberut Selatan.

Ada sebanyak 10 orang ibu-ibu di galeri. Tangan ibu-ibu itu sibuk menarik benang pada salah satu ujungnya dan di ujung lain dikaitkan pada kaki mereka agar tidak kusut. Benang itu merupakan alat merangkai manik-manik dari berbagai warna sesuai motif yang diinginkan oleh pemesan.

Kelompok Dasa Wisma Melati 1 Dusun Bat Joja memang mengkhususkan dirinya memproduksi kerajinan khas Mentawai khususnya manik-manik seperti ngalou (kalung), lekkau (gelang lengan) sikairat dan luat (ikat kepala), gelang nama, lailai tengah (sabuk Mentawai) dan bentuk serta membuat sobbe (rok tradisional Mentawai).

Kelompok ini beranggotakan 12 orang ibu rumah tangga di Dusun Bat Joja yang dibentuk pada 2 Januari 2016 yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa Maileppet. Tetapi saat pembentukan pertama oleh Pemdes Maileppet bukanlah kerajinan tetapi hanya untuk membuat tanaman toga di pekarangan rumah.

Ketua Dasa Wisma Melati 1 Bat Joja, Riana Angelina Neni Saurei mengatakan saat itu Pemdes Maileppet memberikan bantuan uang sebanyak Rp400 ribu untuk membuat tanaman toga sekaligus pagarnya. Program itu sama dengan kegiatan yang dilakukan beberapa Dasa Wisama lain di Desa Maileppet.

Source http://www.mentawaikita.com http://www.mentawaikita.com/berita/1196/mengenalkan-budaya-melalui-aksesoris-khas-mentawai.html
Comments
Loading...