Kerajinan Akuarium Antik Dari Pipa Di Banyuwangi

0 215

Kerajinan Akuarium Antik Dari Pipa Di Banyuwangi

Usaha bisa muncul dari mana saja. Tak harus barang baru, barang-barang bekas tak berguna pun bisa menjadi barang yang berguna dan menghasilkan uang. Seperti yang dilakukan Nurul Yakin, pemilik “Byalak CraftKelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, Jawa Timur ini menyulap pipa plastik bekas saluran air menjadi berbagai macam barang dengan motif menarik.

Tak hanya itu, barang yang dihasilkan juga sangat unik. Salah satunya akuarium antik yang terbuat dari pipa plastik bekas pembuangan limbah pabrik.

Selain akuarium antik, pipa bermacam-macam ukuran mulai dari yang kecil hingga besar diameternya, disulap menjadi tempat kitab suci, lampu hias, kursi, tempat tidur hingga bros dan gantungan kunci. Saat ini, Byalak Craft memproduksi seratus lebih berbagai jenis barang dari pipa bekas.

“Awalnya saya kerja di bengkel. Saat mau pindah tempat banyak sampah pipa yang dibakar. Setelah saya lihat motif pipa setelah dibakar kok unik. Akhirnya saya coba membuat bros dan gantungan kunci. Dijual anak saya kok laku,” ujar Yakin.

Ia mengaku, memulai bisnis ini sejak dua tahun lalu. Setelah mengumpulkan pipa plastik bekas dan membeli di pengumpul barang bekas, Yakin memproses pipa plastik tersebut dengan mencucinya terlebih dahulu. Kemudian, pipa-pipa itu dibakar di ruangan khusus yang dibuatnya selama enam jam lebih.

“Setelah itu diampelas hingga motifnya halus. Tinggal dibentuk sesuai dengan keinginan. Pembuatan akuarium antik butuh pipa bekas yang besar. Sementara ornamen lain kita buat dari pipa yang kecil,” tambah pria lulusan SMK ini.

Proses selanjutnya, tambahnya, agar tidak berbahaya, barang yang sudah jadi harus dilapisi dengan lapisan yang tak berbahaya bagi manusia. Sebab, plastik setelah diproses masih ada bekas bahan kimia. “Barang-barang ini kan masih ada bahan kimianya. Sangat berbahaya kalau tidak dilapisi. Saat kita mengerjakan ya kita harus hati-hati,” tambahnya.

Untuk harga, akuarium antik buatannya dijual mulai dari Rp100 ribu hingga Rp5 juta. Ini disesuaikan dengan ukuran dan kesulitan ornamen akuarium antiknya. Paling laku, katanya, adalah akuarium antik standar dengan harga Rp1,5 juta.

Dari hasil karya “Byalak Craft” ini, dirinya bisa meraup pendapatan hingga Rp30 juta. Akuarium antik ini, sudah dikirim ke beberapa daerah. Ia juga mengaku sudah mengirim akuarium antik ke Aceh, Batam, Bali, Surabaya dan Pasuruan. “Pemkab Banyuwangi mendorong kami dengan mengikutkan kita di berbagai pameran. Dan hasilnya kita kewalahan menerima orderan saat ini. Kami rencana akan menambah karyawan. Saat ini hanya enam orang yang membantu kami,” katanya.

Saat ini, Pemkab Banyuwangi terus mendorong masyarakat melakukan upaya pemanfaatan limbah menjadi barang bermanfaat. Tak hanya itu, Pemkab Banyuwangi juga membantu memasarkan dan mengajak pelaku usaha daur ulang untuk mengikuti berbagai pameran dan permodalan.

“Kita bentuk mereka dengan UKM dan UMKM. Kita dorong usahanya dan kita kenalkan di pameran-pameran. Ini ikhitiar kami menyejahterakan masyarakat melalui pemanfaatan barang limbah menjadi barang yang bermanfaaat,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

Source http://harian.analisadaily.com http://harian.analisadaily.com/kesra/news/raup-untung-dari-pipa-plastik-bekas/225111/2016/03/28
Comments
Loading...