Kerajinan Akuarium Batu Di Malang

0 177

Kerajinan Akuarium Batu Di Malang

Akuarium tak hanya jadi wadah untuk menyalurkan hobi para pecinta ikan hias. Lebih dari itu, buat banyak orang, bak kaca tempat memelihara ikan dengan kelir warna-warni tersebut menjadi penghias ruangan, baik di rumah maupun gedung.

Itu sebabnya, pemilik rumah atau gedung tentu ingin akuarium mereka terlihat indah. Kebanyakan akuarium memiliki unsur tanaman atau hijau yang beken dengan sebutan aquascape. Cuma belakangan, akuarium berdekorasi hardscape mulai ramai di Indonesia.

Hardscape merupakan seni menghias akuarium menggunakan material batu, pasir, dan akar pohon tanpa tanaman air. Gaya dekorasi akuarium ini lebih menyontek habitat asli ikan yang akan dipelihara.

Ikan yang biasanya menghuni akuarium hardscape adalah cichlid asal Afrika atau angelfish dan discus dari Sungai Amazon, Amerika. Air yang memenuhi akuarium ini umumnya berwarna kuning kecoklatan seperti air teh dan berkandungan tanin tinggi.

Lukas Joyo, pemilik Aqua Zone Aquarium asal Malang, Jawa Timur, menyebutkan, penampilan akuarium hardscape biasanya gelap lantaran didominasi warna hitam dan cokelat. Ikan yang jadi penghuni akuarium itu kebanyakan arwana dan ikan predator lainnya.

Dalam dua tiga tahun terakhir, menurut Lukas, akuarium hardscape makin punya banyak penggemar di tanah air. Sebab, perawatannya lebih mudah dibanding aquascape.

Hardscape juga tidak membutuhkan nutrisi dan karbon dioksida (CO2). “Apalagi, sudah mulai ada konsumen yang jenuh dengan hiasan aquascape,” ungkap Lukas yang sudah menggeluti usaha ini sejak 2008 silam.

Tambah lagi, saat ini lomba desain hardscape mulai menjangkiti kota-kota besar di negara kita. Ini menandakan minat terhadap seni dekorasi akuarium itu kian meninggi.
Tak heran, angka pemesanan hiasan hardscape di toko milik Lukas terus bertambah.

Sebelum 2016, order yang masuk baru 20% dari total pemesanan. Sekarang, order hiasan hardscape yang datang mendominasi, sudah mencapai 60%.

Senada, Yoga Sukmawa, pemilik Aquascape Jaya di Jakarta, mengatakan, sejak memulai usaha ini 2013 lalu, memang baru tiga tahun terakhir permintaan hiasan hardscape meningkat. “Sekarang, 11 dari 15 pesanan per bulan adalah hiasan hardscape,” katanya.

Untuk biaya pembuatan, Yoga menuturkan, biasanya dihitung per luas satu meter persegi (m²), dengan ongkos Rp 10 juta–Rp 15 juta. “Rata-rata omzet sebulan Rp 200 juta,” beber dia. Marginnya 15%–20%.

Sementara biaya pengerjaan di Aqua Zone tergantung permintaan. Pertama, pelanggan menyediakan isi dan perlengkapan lainnya. Biayanya sekitar Rp 1,3 juta per m². Kedua, layanan penuh, mulai dekorasi hingga isi akuarium. “Tarifnya Rp 10 juta,” sebut Lukas.

Tanpa mau menyebutkan nilai omzet, Lukas bilang, saban bulan tokonya mengerjakan hingga 10 pesanan. Order yang datang ke Aqua Zone berasal dari seluruh Indonesia.

Source https://peluangusaha.kontan.co.id https://peluangusaha.kontan.co.id/news/menata-laba-cantik-akuarium-batu
Comments
Loading...