Kerajinan Alat Dapur Di Desa Pon

0 89

Kerajinan Alat Dapur Di Desa Pon

Sejak tahun 1975 Ede, 60, warga Dusun Pon, Rt. 06/008, Desa Gresik, Kecamatan Ciawigebang menekuni usaha sebagai pengrajin pambuat perabot dapur, seperti dandang, katel, langseng, dan lainnya, usaha yang dahulu bisa diandalkan menghidupi keluarganya tersebut, kini mulai terasa berat, akibat lesunya penjualan.

Kepada Bingkai Warta Ede menuturkan, usaha yang dia tekuni secara turun temurun, dari mulai ayahnya tersebut awalnya dibuat dari tembaga, namun seiring berjalannya waktu dan perubahan zaman, dimana harga tembaga-pun mengalami kenaikan harga yang cukup fantastis, akhirnya bahan baku olahan kerajinan Ede diganti dengan alumunium.

Diakui Ede, dengan bergantinya bahan baku, kekuatan produk peralatan rumah tangga buatannya terjadi penurunan, dan penurunan itupun tidak jauh beda dengan tingkat jumlah pembelian, “Ya tidak seperti dulu, usaha yang saya tekuni ini sangat maju, namun sekarang semakin turun,” tuturnya.

Jika dahulu, kata Ede, sebelum listrik masuk desa, dalam sehari puluhan barang bisa diproduksi, namun kini, karena barang-barang buatannya juga telah mulai dianggap kuno, hingga dalam sehari hanya satu yang bisa dihasilkan.

Menurut Ede, selain susahnya pemasaran, kendala lain yang dialami adalah kurangnya modal yang dimiliki, “Sudah lama sekali saya berharap adanya perhatian dari pemerintah, atau pihak lain yang sudi memperhatikan nasib pengrajin kecil seperti kami, terutama yang mau membantu dalam masalah permodalan, serta pemasaran,” kata Ede, penuh harap

Source https://www.bingkaiwarta.com https://www.bingkaiwarta.com/read/pengrajin-alat-dapur-alami-kelesuan-penjualan
Comments
Loading...