Kerajinan Alat Musik Angklung Sunda

0 429

Kerajinan alat musik Angklung terbuat dari bambu, Selain berfungsi sebagai alat musik multitonal Angklung juga merupakan kerajinan dari bambu khas Jawa Barat yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat.

Kelompok Pengrajin Angklung “Opong”, di Lingkungan Cibulan, RT 04 RW 05, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, sudah dikenal hingga ke sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Bandung, Tanggerang, Yogyakarta, Surabaya, Kalimantan dan sebagainya. Produk para pengrajin angklung ini  tersebut  bahkan pernah dibawa ke Negeri Cina, Singapura, hingga  Malayasia.

Oyon Hadiyana (53) adalah salah seorang di antara mereka. Produk kerajinan angklung yang dibuatnya sudah banyak dikirim ke sejumlah daerah di Indonesia dan manca negara.

Keluarga Oyon, mulai menjadi perajin alat kesenian angklung sejak 1970. Waktu itu Oyon, juga masih duduk di bangku sekolah.  Sejak itu Oyon, mulai belajar membuat alat musik angklung kepada sang Kakak yaitu Pa Aceng.  Baru pada  1995, Oyon, mandiri dan menggeluti pembuatan alat musik angklung secara mandiri.

Angklung Dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.

Cara pembuatan Kerajinan Alat Musik Angklung

  1. Pemilihan bambu yang baik, usia bambu minim 4 tahun dan maksimal 6 tahun,di potong pada musim kemarau pukul 09-03 sore, pemilihan ukuran 2-3 jengkal jari dari permukaan tanah, setelah itu di simpan sekitar 1 minggu untuk memastikan benar’’ tidak ber air. Setelah satu minggu bambu di potong’’ dengan berbagai ukuran. Lalu di simpan selama ± 1 tahunan. Cara penyimpanan yang baik adalah dengan merendamnya di genangan lumpur, atau di asapi, dan dengan prosedur tertentu (di beri cairan kimia tertentu) untuk mencegah nya dari hama
  2. Bagian’’ bambu yang di gunakan.
    a. Tabung suara, ini adalah bagian terpenting yang mengahasilkan intonasi.
    b. Kerangka tabung, ini untuk bagian berdirinya bambu.
    c. Dasar, berfungsi sebagai kerangka tabung suara
  3. Proses penyeteman.
    – Proses penyeteman, ini adalah meniup bagian bawah tabung dan menyakan suara ke tuner.
    – Proses utama penyeteman, dalam proses ini di gunakan untuk meninggikan dan menurunkan nada dengan menyembunyikannya, kemudian memotong sedikit bagian atas bambu untuk meninggikan nada dan menyerutnya untuk merendahkan nadanya.
Source Kerajinan Alat Musik Angklung Kerajinan Alat Musik Angklung
Comments
Loading...