Kerajinan Alat Musik Biola Di Kota Batu

0 436

Kerajinan Alat Musik Biola Di Kota Batu

Kota Batu Jawa Timur, sebuah daerah yang udaranya sejuk ini ternyata memiliki seorang pengrajin alat musik biola berkualitas Internasional. Meski di umurnya yang sudah tua, namun Musthafidz Chaironi masih bisa membuat alat musik gesek tersebut dan menjadi incaran wisatawan mancanegara. Berawal di 1989, kecintaannya terhadap musik serta Berbekal ilmu yang didapat dari seorang teman berkebangsaan Italia mengantarkannya sebagai tenaga pendidik di Jakarta.
Setelah cukup lama menjadi seorang guru, Musthafidz kemudian memiliki keinginan untuk membuat sendiri alat musik, dan yang dipilihnya biola. Untuk wujudkan keinginannya, dia mulai belajar membuat alat musik gesek tersebut dengan menjadi karyawan di sebuah pabrik milik orang Taiwan yang berada di Tangerang. Namun tidak lama, sekitar 2 bulan Musthafidz akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja dan memutuskan kembali ke Batu.
“Saya kecewa karena hasil biola yang ada di pabrik tersebut tidak seperti yang saya harapkan. Berbeda dengan buatan Eropa terbuat dari kayu, biola yang ada di pabrik tempat saya bekerja hanya terbuat dari triplek, sehingga tentunya kualitas dan suara yang dihasilkan juga berbeda,” tuturnya.
Setelah kembali ke Kota Batu, dengan ilmu yang dia dapat dari tempat dia bekerja dulu, Musthafidz pada tahun 2001, mencoba membuat biolanya sendiri dari kayu-kayu lokal. Dari situ ternyata hasil buatannya dibeli dengan harga Rp. 170.000,-.
Disebutkan, meski sudah ada yang beli namun menurut Musthafidz peminatnya masih sedikit karena biola yang dia produksi masih terbuat dari kayu lokal. Untuk menarik konsumen, pada tahun 2004 Musthafidz mulai menggunakan kayu Maple yang berasal dari Australia.
Sejak itu dirinya terus menggunakan kayu maple dari Australia hingga sekarang. Untuk mendapatkan kayu maple tersebut, dirinya harus rela mengeluarkan uang sebanyak 165 juta Rupiah per kubik. Dia juga menekankan, dalam membuat biola tidak ingin asal-asalan. Selain kualitas bahan, kualitas suara yang dihasilkan juga harus bagus.
Berkat hasil usaha kerasnya, produk yang diciptakannya tidak hanya dilirik oleh masyarakat Indonesia, bahkan banyak wisatawan Eropa yang membeli biola hasil karyanya. Tercatat pelanggannya dari Indonesia hanya sekitar 25 persen dan yang 75 persen berasal dari Mancanegara.
Wisatawan asing yang berkunjung ke Kota Batu biasanya juga berkunjung ke rumahnya untuk membeli biola hasil karyanya. Menurut Musthafidz, wisatawan asing terutama wisatawan Eropa tertarik membeli biola buatannya karena selain kualitasnya yang sama dengan di Eropa, harganya juga jauh lebih.
“Jika pada tahun 2009 sebuah biola Eropa disana dijual sekitar 28 juta, biola buatannya ini saya jual hanya sekitar 2-3 juta Rupiah,” ungkapnya. Namun karena harga semua bahan naik, Musthafidz berencana akan menaikkan harga jual biola hasil karyanya.
Kini biola buatan Musthafidz yang diberi nama “Elind Prof” ini sudah banyak dikenal masyarakat. Nama Elin Pro ini sendiri merupakan kependekan dari Elite Intelect Profesional.
Musthafidz menceritakan, beberapa tahun sebelumnya dirinya mampu membuat 6 buah biola dalam satu bulan, namun sekarang dengan bertambahnya umur dan penyakit sesak nafas yang dia derita, dirinya hanya mampu membuat beberapa buah biola saja dalam jangka waktu yang sama.
Menurutnya, penyakit sesak nafas yang kini dia derita selain karena kecapekan juga disebabkan serpihan kayu yang tanpa dia sadari sering dihirup saat dirinya membuat biola. Musthafidz sedikit menyayangkan, karena anak-anaknya tidak ada yang mengikuti jejaknya, namun begitu dia berharap kedua orang menantunya yang juga bergelut di bidang seni bisa melanjutkan usahanya ini. Karena dulu Musthafidz merupakan seorang guru musik, selain menekuni pembuatan biola dirinya juga membuka kursus bermain biola bagi masyarakat dan setidaknya kini dirinya sudah memiliki 158 orang murid. Selain itu Musthafidz juga sudah menerbitkan sebuah buku panduan bermain biola dengan Judul “Teknik Praktis Memainkan Lagu dengan Biola”.
Source https://www.cendananews.com https://www.cendananews.com/2015/08/musthafidz-guru-yang-piawai-buat-biola-kualitas-internasional.html
Comments
Loading...