Kerajinan Alat Musik Dari Kayu Peti Kemas Di Madiun

0 101

Kerajinan Alat Musik Dari Kayu Peti Kemas Di Madiun

Siapa sangka kayu bekas peti kemas bisa dijadikan alat musik bernilai estetik dan ekonomis tinggi. Di tangan Erwan Prasetyo, 54, kayu-kayu bekas peti kemas itu diubah menjadi alat-alat musik yang cantik dan indah serta berharga mahal.

Warga RT 013/RW 005, Kelurahan Kejuron, Kota Madiun, itu telah menghasilkan belasan alat-alat musik gesek dan petik seperti cello/selo, ukulele, kentrung, biola, cak, dan cuk. Semua alat-alat musik yang diproduksinya memanfaatkan bahan-bahan dari peti kemas.

Wawan, sapaan akrabnya menceritakan dirinya baru melakoni sebagai pengrajin alat musik sejak setahun lalu. Ilmu membuat alat musik itu pun hanya melalui video-video di Youtube. Kemudian dengan cara mandiri, Wawan mencoba membuat alat-alat musik itu sendiri.

“Saya belajar membuat alat musik seperti biola, selo, dan lainnya itu dari Youtube. Saya cuma belajar dari situ. Kemudian saya mempraktikkannya dan ternyata bisa,” jelas pria yang juga menjadi ketua RT 013 itu.

Dia menggunakan peralatan seadanya yang tersedia di rumah, seperti tatah maupun gergaji. Sedangkan bahan bakunya, ia memilih kayu bekas peti kemas. Menurut dia, jenis kayu yang digunakan untuk peti kemas cocok untuk digunakan sebagai alat musik petik maupun gesek karena nada yang dihasilkan sangat pas dan indah saat alat musik itu dimainkan.

Selain itu, Wawan nekat untuk membuat alat musik ini karena ingin memiliki alat musik yang sesuai keinginannya.

Kayu peti kemas atau yang biasa disebut jati londo itu gampang-gampang susah mencarinya. Karena tidak semua toko bangunan maupun toko kayu menjualnya.

“Satu lembar kayu peti kemas dengan ketebalan 7 cm dan lebar 30 cm serta panjang 3 meter seharga Rp150.000. Itu biasanya bisa untuk satu alat musik ukuran kecil,” jelas dia.

Source https://madiun.solopos.com https://madiun.solopos.com/read/20180916/516/939957/pria-madiun-ubah-kayu-peti-kemas-jadi-alat-musik-eksotis
Comments
Loading...