Kerajinan Alat Musik Kolintang Di Kota Malang

0 29

Kerajinan Alat Musik Kolintang Di Kota Malang

Di tengah langkanya pelatih yang membidangi khusus alat musik kolintang, Suharyo (66) hingga kini tetap eksis berbagi ilmu tentang alat musik kayu itu. Warga Jalan S.Supriadi Gang 8, Kecamatan Sukun itu bertahan untuk belajar dan berbagi ilmu alat musik asal Minahasa, Sulawesi Utara itu sejak tahun 1983.

Pria yang akrab dipanggil Yoyok itu  masih tetap eksis mengajar musik Kolintang di beberapa sekolah. Yoyok mengatakan, mengapa dirinya memilih untuk mengembangkan musik Kolintang, karena dengan alat musik ini dirinya bisa belajar semua alat musik. Karena musik Kolintang bisa dikolaborasikan dengan alat musik apa saja.

Saat ia mengajar di sekolah-sekolah, siswa diarahkan berkreasi dengan membawakan lagu-lagu tradisional dan lagu pop saat ini. Untuk lagu-lagunya, bisa lagu genre apapun. Tetapi yang paling wajib ialah lagu Jepang. Karena lagu Jepang memiliki cord (kunci) yang mudah diaplikasikan.

Yoyok tak sendiri menjadi pelatih musik Kolintang. Ia masih ditemani oleh dua temannya, yakni Andi dan Jalil. Sedangkan perajin Kolintang di Kota Malang hanya tinggal satu orang yakni Wiloso warga Kecamatan Sukun.

 “Sebenarnya ada 5 orang yang ahli di alat musik Kolintang. Namun karena usia, tiga kawan saya sudah almarhum semua. Ya mau tidak mau, bagaiaman saya mampu mengembangkan dan melestarikan, hingga memiliki generasi untuk mengajarkan musik Kolintang,” paparnya

Yoyok sudah mengenal dunia musik tradisional sejak ia duduk di bangku SMA. Tahun 1983, ia dan kawannya mulai menggebrak dengan musik Kolintang. Mulai dari situ, musik Kolintang menjamur di masyarakat Malang Raya. Terutama Kabupaten Malang.

“Hampir setiap bulan, selalu diadakan lomba musik Kolintang. Karena alat musik ini bisa dimainkan dengan grup dan dengan seorang penyanyi. Lombanya itu dinilai bagaimana memberikan musik yang enak didengar. Beberapa lomba kami juarai. Seperti juara 1 saat lomba yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Saat itu kami membawakan lagu barat judulnya Magic Is The Moon Light,” kenang Yoyok .

Yoyok pernah mendapat tawaran tinggal di Belanda dan mengajarkan musik Kolintang di sana. Tapi ia menolak. Ia tak memikirkan bayaran atau jaminan yang tinggi. Ia hanya ingin musik tradisional berkembag di negaranya sendiri

“Saya di sini ini takut tidak ada yang meneruskan. Jangan sampai  di negara lain berkembang, tapi di negara sendiri tidak tahu apa-apa. Rasa malu yang saya takuti. Wis ngajar saja di sini. Di mantepkan di sini,” katanya tegas.

Source http://suryamalang.tribunnews.com http://suryamalang.tribunnews.com/2017/02/12/suharyo-begitu-setia-dengan-alat-musik-kolintang-simak-tekad-kuatnya
Comments
Loading...