Kerajinan Alat Musik Sasando Di Kupang

0 239

Kerajinan Alat Musik Sasando Di Kupang

Desa wisata Oebelo Kupang Tengah Nusa Tenggara Timur selain dikenal penghasil sokal garam yodium juga terdapat pengrajin alat musik tradisional Sasando. Sedang kanon Sasando adalah alat musik petik tradisional semacam Harpha dan Guitar yang menjadi ciri khas budaya dan selalui di mainkan oleh kebanyakan masyarakat Rote sejak abad ke-7 di Nusa Tenggara Timur.

Nandar mengatakan bahwa alat musik tradisional Sasando ini tergolong unik, bahan baku yang di dipakai untuk membuat sasando adalah bambu tabung panjang yang pada bagian tengah di beri penyangga melingkar dari atas ke bawah, yang dalam bahasa semang rote disebut senda, yang berfungsi untuk mengaitkan dawai atau senar dari atas ke bawah mirip seperti pada struktur harpha.

Sedang untuk menyelaraskan tune Sasando juga dilakukan dengan alat tradisional, tidak memakai garputala dan pengukur tune elektronik sejenisnya. Alat penyetem dawai terbuat dari kayu, sedang cara menyetemnya harus diputar kemudian diketok pakai pemukul kayu untuk menyelaraskan tune. Kemudian tabung sasando ini ditempatkan pada sebuah wadah yang terbuat dari anyaman daun lontar yang disebut Haik. Dan Haik inilah yang berfungsi sebagai resonansi untuk memantulkan gema dari dawai atau senar yang dipetik

Untuk melestarikan kelangsungan aset budaya berupa alat musik petik tradisional Sasando ini, baru baru ini Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dalam APBD tahun anggaran 2014 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp 2,5 miliar kepada 50 Desa Wisata, dan masing-masing dari setiap Desa termasuk Desa Wisata Oebelo Pengrajin Alat Musik Sasando di Kupang Tengah Nusa Tenggara Timur juga akan mendapat dana hibah ini sebesar Rp 50 juta.

Source Kerajinan Alat Musik Sasando Di Kupang Kerajinan Alat Musik Sasando Di Kupang
Comments
Loading...