Kerajinan Alat Peredam Suara Dari Pelepah Pisang Di Bandung

0 72

Kerajinan Alat Peredam Suara Dari Pelepah Pisang Di Bandung

Pelepah pisang bagi kebanyakan orang mungkin hanya dianggap sampah. Bagi sebagian lainnya, pelepah pisang diolah menjadi berbagai bentuk kerajinan, seperti tas, sandal, dan hiasan rumah. Namun bagi Maharani Dian Permanasari, lewat penelitiannya ia menemukan satu lagi manfaat pelepah pisang, yakni sebagai peredam suara.

Penelitian tersebut dilakukan Maharani saat menjadi mahasiswa pascasarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2011. Dia meneliti manfaat pelepah pisang kepok (Musa acuminax balbisiana Calla), yang tidak hanya dibentuk menjadi perabot, tetapi bisa meredam suara bila disusun serta dianyam dalam pola tertentu.

”Jika anyaman pelepah pisang dipasang di rumah sebagai peredam suara ruang home theatre, tentu harganya lebih terjangkau ketimbang peredam suara impor,” kata wanita yang menjadi dosen di Universitas Surabaya (Ubaya) ini.

Hasil penelitian di Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman (Puslitbangkim) menunjukkan contoh pelepah pisang setebal 2 sentimeter yang dibawa Maharani mampu meredam suara berfrekuensi 200 hertz hingga 63 persen. Frekuensi itu tergolong frekuensi rendah atau suara bas.

Menurutnya, saat ini kemampuan meredam suara dari pelepah pisang belum meliputi seluruh frekuensi suara. Suara frekuensi rendah 125 hertz bisa meredam hingga 51 persen, tetapi pada frekuensi 160 hertz tidak sampai meredam 21 persen. Pada frekuensi tinggi, 2.000 hertz, bisa meredam sampai 55 persen, tapi pada 1.600 hertz hanya 40 persen.

”Sebetulnya ini sudah sesuai untuk kebutuhan home theatre karena suara bas yang paling harus diredam,” kata Maharani. Untuk mampu meredam suara, pelepah pisang harus dianyam membentuk pola segi enam layaknya sarang lebah. Pola ini paling efektif dalam menutup rapat setiap lubang bila disusun bertumpuk layaknya gelombang.

Pola ini tidak dijumpai di Indonesia, melainkan di kepulauan Pasifik. Pola ini biasa digunakan untuk membuat topi anyaman. Penelitian Maharani menarik perhatian dari luar negeri. Karyanya dipamerkan dalam acara Red Dot Design Museum di kota Essen, Jerman, kemudian dilanjutkan ke pameran Designer’s Open 2012 di Leipzig, Jerman.

Keduanya merupakan pameran yang mempertunjukkan tren terbaru dalam busana ataupun desain produk dari berbagai negara. Penelitian Maharani menunjukkan masih terbukanya kemungkinan untuk memadukan bahan dari pelepah pisang dengan bahan lain untuk meningkatkan daya peredaman suara.

Hak cipta dari desain pelepah pisang sebagai bahan akustik itu sudah didaftarkan Maharani ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Di sela tugasnya sebagai dosen, Maharani terus meneliti mengenai aplikasi pelepah pisang kepok untuk dipakai secara massal hingga kemungkinan dijual secara komersial. ”Untuk produksi massal masih membutuhkan bantuan kelompok perajin yang terbiasa dengan menganyam pelepah pisang,” katanya.

Source https://indonesiaproud.wordpress.com https://indonesiaproud.wordpress.com/2012/11/25/maharani-d-permanasari-pembuat-peredam-suara-dari-pelepah-pisang/
Comments
Loading...