Kerajinan Aneka Souvenir Karya Warga Di Medan Denai

0 119

Kerajinan Aneka Souvenir Karya Warga Di Medan Denai

Menghempang masuknya narkoba di lingkungan masyarakat tak bisa hanya sekadar sosialisasi saja. Cara-cara sosialisasi kadangkala dianggap kurang menarik, sehingga masyarakat kurang peduli tentang bahaya dampak narkoba yang disampaikan lembaga penegak hukum atau lembaga nonpemerintah yang konsern dengan masalah anak dan narkoba.

Seperti halnya yang dilakukan Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI). Lembaga yang berkantor di Jl Raya Menteng, Gang Menteng, Medan Denai ini punya cara tersendiri untuk merangkul masyarakat.

Lembaga yang terdiri dari kalangan mahasiswa ini kerap membuka kelas inspiratif bagi ibu-ibu dan kalangan remaja pria. Untuk kalangan remaja pria, YAFSI membuka kelas fotografi.

Apnita mengatakan, pendekatan seperti ini perlu dilakukan sehingga masyarakat punya kegiatan yang positif. Kadangkala, sambung Apnita, orang yang terjerumus narkoba itu rata-rata tak punya pekerjaan, sehingga sangat mudah diajak dan dibujuk untuk mengedarkan barang haram tersebut.

“Dari hasil kreasi kerajinan tangan ini, ibu-ibu bisa punya masukan sendiri. Hasilnya juga lumayan kok,” ungkap Apnita menunjukkan dua buah sarung handphonenya hasil rajutan ibu-ibu binaan YAFSI.

Tiap saring handphone, kata Apnita, dijual seharga Rp25 ribu saja. Sementara untuk tas sandang rajutan, dijual mulai dari harga Rp150 ribu hingga Rp250 ribu tergantung ukuran.

“Kelompok kreatif ini kami beri nama GEMAR. Dimana GEMAR sendiri singkatan dari Gerakan Emak-emak Merajut,” pungkas Apnita. Bagi masyarakat yang ingin membeli hasil kreativitas GEMAR bisa datang langsung ke YAPSI. Siapa saja boleh datang untuk belajar merajut berbagai tas dan sarung handphone.

Source http://medan.tribunnews.com http://medan.tribunnews.com/2017/09/04/ibu-ibu-dan-kalangan-remaja-diajarkan-cara-cara-kreatif-hempang-narkoba
Comments
Loading...