Kerajinan Angklung Dari Banyuwangi

0 264

Kerajinan Angklung Dari Banyuwangi

Inilah Emeria warga kelurahan Bulusan, Kali Puro, Banyuwangi. Ia adalah seorang pengrajin alat musik tradisional angklung, yang hasil kerajinan tangannya sudah dikenal di berbagai daerah bahkan manca negara.

Emeria sesungguh berprofesi sebagai petugas pelabuhan penyeberangan Ketapang-Banyuwangi. Namun semenjak tahun 1983, setiap hari ia selalu membuat angklung. Alat musik tradisional dari tanah kelahirannya di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dengan memanfaatkan bambu yang tumbuh di sekitar rumahnya, Emeria membuat angklung Daeng dan angkung Buncis yang bila dipadukan menjadi angklung cokelat. Yang umum dimainkan di tanah Pasundan. Namun tak hanya itu, jenis angklung carok yang dimainkan dalam musik khas banyuwangi juga dibuatnya sebagai upaya melestarikan warisan budaya lokal.

Angklung buatan tangan Emeria banyak diminati oleh sekolah-sekolah hingga kelompok kesenian yang ada di Banyuwangi, Bali, dan manca negara. Angklung buatan Emeria dijual dengan harga yang bervariasi. Untuk angklung carok dijual dengan harga 250 ribu hingga 500 ribu rupiah. Sedangkan angklung coklat 500 ribu hingga 1 juta rupiah.

Emeria, perajin angklung, “Pertama sebagai tempat kreatifitas. Kedua menyelamatkan kesenian tradisional yang sudah menjadikan suatu alat seni yang indah. Yang ketiganya, juga kita melestarikan budaya angklung. Jadi jangan sampai terjadi lagi atau  didengar, atau jangan sampai bahwa angklung ini merupakan ciri khas negara lain. Tapi angklung tetap budaya Indonesia. Asli budaya Indonesia.”

Selain dikenal sebagai pengrajin, emeria juga dikenal sebagai seniman yang sangat piawai dalam memainkan alat tradisional angklung yang dibuatnya sendiri.

Source http://rakyatjelataindonesiarajin.blogspot.com http://rakyatjelataindonesiarajin.blogspot.com/2018/05/emeria-pengrajin-angklung-asal.html
Comments
Loading...