Kerajinan Angklung Di Banjar

0 219

Kerajinan Angklung Di Banjar

Kelompok Pengrajin Angklung “Opong”, di Lingkungan Cibulan, RT 04 RW 05, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, sudah dikenal hingga ke sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Bandung, Tanggerang, Yogyakarta, Surabaya, Kalimantan dan sebagainya.  Produk para pengrajin angklung ini  tersebut  bahkan pernah dibawa ke Negeri Cina, Singapura, hingga  Malayasia.

Oyon Hadiyana adalah salah seorang di antara mereka. Produk kerajinan angklung yang dibuatnya sudah banyak dikirim ke sejumlah daerah di Indonesia dan manca negara. Keluarga Oyon, mulai menjadi perajin alat kesenian angklung sejak 1970. Waktu itu Oyon, juga masih duduk di bangku sekolah.  Sejak itu Oyon, mulai belajar membuat alat musik angklung kepada sang Kakak yaitu Pa Aceng.  Baru pada  1995, Oyon, mandiri dan menggeluti pembuatan alat musik angklung secara mandiri.
Pada perkembangannya alat kesenian buatan Oyon  dilirik oleh grup kesenian dari daerah lain. Dia akhirnya memproduksi alat kesenian dalam partai besar. Bahkan dalam sehari Oyon,  mampu memproduksi alat musik angklung minimal 2 set dengan jumlah nada 18 oktaf. Sedangkan untuk alat musik angklung suvenir dalam sehari Oyon, memproduksi sebanyak 8 set dengan jumlah nada satu oktaf.

Menurut Oyon, dalam memproduksi alat-alat kesenian Sunda seperti angklung, kerap terbentur masalah biaya. Oyon, berharap kesenian Sunda, khususnya alat musik angklung terus dilestarikan agar  tidak kalah dengan kesenian modern dari luar.“Saya, mengaku perhatin melihat potensi kesenian Sunda khususnya alat musik angklung, yang kini kurang begitu dijaga dan dilestarikan. Bahkan seniman dan para pengrajin yang memproduksi alat-alat kesenian pun kurang mendapat perhatian,” ujar Oyon.

Oyon, berharap pemerintah bisa mempertahankannya, memberikan bantuan modal. Bukan saja modal, tetapi pemerintah  sebaiknya menyediakan sanggar-sanggar seni di dearah yang memiliki basis pelaku kesenian, khususnya untuk  melestarikan kesenian alat musik angklung, yang sudah diakui oleh Dunia Internasional.

Source http://travel.kompas.com http://travel.kompas.com/read/2014/08/30/104100727/Terbuai.Alunan.Angklung.dari.Desa.Cigugur
Comments
Loading...