Kerajinan Anyaman Bambu Di Banten

0 282

Kerajinan Anyaman Bambu Di Banten

Hidup berkecukupan dengan penghasilan tak menentu, tidak membuat seorang pengrajin anyaman bakul, Sara berhenti menjalani profesinya tersebut.  Sara sudah 15 tahun menjadi pengrajin anyaman bambu. Penghasil sepekan sekitar Rp 150 ribu.

“Penghasilan enggak tentu. Paling dapat Rp 50 ribu sehari, kalau dihitung seminggu Rp 300 ribu itu pun masih kotor. Bersih-bersihnya Rp 150 ribu seminggu,” ujar Sara di Desa Bandung, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Banten.

Diceritakan Sara, sebenarnya usaha ini bukan miliknya. Dia tak punya modal meski untuk membeli 1 bambu yang bisa dijadikan 10 anyaman bakul.


“Ini ada yang modalin, makanya kecil pendapatannya, padahal kalau punya 1 bambu aja saya bisa bikin 10 anyaman bakul. Kan lumayan modal cuma Rp 20 ribu kita jual Rp 70 ribu,” tuturnya.

Sara menjelaskan, bisanya anyaman bakul karyanya dijajakan ke daerah Bekasi, Tangerang dan Lampung dengan harga Rp 70.000. Biasanya, bakul-bakul itu dikirim per tiga bulan menggunakan 1 truk yang membawa ribuan bakul.

“Pingin banget sih berkembang, dapat perhatian, dapat dana dan pembinaan. Apalagi kita juga kan bikin anyaman ini bener-benar manual gak pakai mesin. Habis gimana harga mesinnya aja mahal Rp 15 juta. Bikin anyaman bakul itu awalnya belah bambu dulu nanti dijemur, baru seminggu jadi” jelas Sara yang merupakan warga Kampung Buyung tersebut

Source http://keprisatu.com http://keprisatu.com/2015/02/10/Kisah-Sara-Penganyam-Bambu-yang-Bermimpi-Jadi-Pengusaha-Sukses.html
Comments
Loading...