Kerajinan Anyaman Bambu “Kroso” Di Giriroto

0 370

Kerajinan Anyaman Bambu “Kroso” Di Giriroto

Kerajinan kroso adalah sejenis anyaman bambu yang digunakan untuk membungkus buah-buahan seperti pisang dan kelengkeng. Kroso dapat digunakan untuk melindungi buah dari hewan pemakan buah, saat masih di pohon. Kroso masih digunakan oleh petani buah walaupun zaman telah modern karena harganya yang murah dan terbukti efektif mengusir hewan pemakan buah.

Dukuh Gumukrejo dan Dukuh Gunung Wijil yang berada di Desa Giriroto merupakan salah satu tempat para pengrajin kroso. Tak kurang dua puluh kepala keluarga yang menekuni kerajinan kroso. Sayangnya pengrajin kroso didominasi wanita lanjut usia.

Kerajinan kroso bagi mereka tidak hanya sebagai mata pencaharian, melainkan sebagai sebuah kebudayaan. Kerajinan kroso sebenarnya telah berlangsung sejak tahun 1975. Anak pengrajin kroso mulai  mempelajari cara membuat kroso sebagai generasi penerus walaupun masih lebih memilih bekerja di pabrik. Kroso-kroso tersebut umumnya dipasarkan di pasar-pasar buah dan sayur yang berada di kota Solo.

Salah satu perangkat desa Rusmanto mengatakan pemerintah desa sangat mendukung kerajinan kroso. Rusmanto yang juga suami dari salah satu pengrajin ini juga menuturkan bahwa pemerintah berencana akan memberikan pelatihan kerajinan bambu, agar warga bisa menghasilkan produk lain seperti cindera mata. Wacana tersebut berkaitan dengan rencana pemerintah desa untuk menjadikan Desa Giriroto sebagai desa wisata.

Saat ini harga jual kroso adalah tiga puluh ribu rupiah setiap seratus buah kroso. Keuntungan yang diperoleh setiap pengrajin mencapai empat puluh tujuh ribu rupiah. “Kalau fokus ya dua hari jadi, kalau buat sambilan ya selesainya empat hari”,  ujar Rusmanto. Bapak empat anak mengatakan meskipun jumlah uang yang dihasilkan dari membuat kreneng memang tidak banyak, penghasilan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti membeli lauk-pauk dan makanan sehari-hari.

Rusmanto mengatakan saat ini pemerintah desa telah merencanakan untuk mendirikan paguyuban, guna mempermudah pengelolaan para pengrajin kroso. Paguyuban akan membantu mendistribusikan kroso kepada para tengkulak.

Source https://giriroto.desa.id https://giriroto.desa.id/potensidesa-3-Kegiatan.Pengisi.Hari.Tua.html
Comments
Loading...