Kerajinan Anyaman “Caping Bambu” Wonogiri

0 461

Caping sangatlah akrab bagi kalangan petani dan para pekerja sawah lainnya. Caping merupakan alat pelindung kepala yang dipakai saat bekerja di areal sawah maupun ladang. Kegunaannya adalah untuk melindungi kepala dari terik panas sang mentari dan saat turun hujan. Sehingga caping sangat diperlukan oleh mereka yang sehari-hari bekerja dibawah terik panas dan guyuran hujan.

Sentra Pembuatan Caping

Desa Dlepih Kecamatan Tirtomoyo merupakan salah satu daerah sentra produksi caping di Kabupaten Wonogiri. Di desa ini terdapat kelompok – kelompok pengrajin caping yang sudah tergabung dalam kelompok binaan Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UKM yaitu Kelompok Kumoratih 1 dan Kumoratih 2. kelompok- kelompok ini beranggotakan warga setempat yang menjadi pengrajin caping.

Hasil gambar untuk sentra caping

Untuk pemasaran produk caping masih mengandalkan pesanan atau pembelian oleh para pengepul yang sudah biasa memasok caping ke pasar-pasar tradisional. Puncak produksi kerajinan bambu ini terjadi pada saat musim tanam dan musim panen tiba.

Sebenarnya jika dilihat dari aspek pemberdayaan masyarakat, sentra produk kerajinan bambu ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sarana mengentaskan masyarakat dari kemiskinan. Agar hal ini bisa tercapai maka yang perlu mendapat perhatian adalah sisi permodalan, pengembangan produk dan manajemen pemasaran.

Cara menganyam

  • Jangan kaku
  • Tidak cepat bosan/putus asa
  • Sebaiknya kita menganyam di lantai yang datar
  • Dekatkan bahan anyaman yang sudah kita ikat rapi
  • Simpan ikatan itu di samping kita untuk mempermudah pengambilan bahan
  • Gunakan alas duduk yang tidak terlalu tinggi dengan lantai
  • Lengkapi dengan music clasik/radio yang mengiringi kita dalam menganyam agar tidak cepat ngantuk/bosan.
  • Penganyaman kipas ini berbeda dengan menganyam bilik, tolombong, tampan, atau yang lainnya. Karna caranya di balik agar kedua sisinya kelihatan rapih dan tidak ada ujung anyamannya.
  • Pertama kali memuai menganyam kita siapkan dua helai irisan bamboo yang satu bagian dagingnya, nyang satu hinisnya atau lebih baik duanduanya memakai hinis agar kelihatan hasilnya rapih
  • Untuk sumbu tengah kita perlu yang panjang
  • Sumbu yang satunya di zig-zag ukurannya agar nanti pas kita balikan cukup untuk ukuran di anyamkan
  • Kita membuat sudutnya dengan menyilangka dan melipat secara sejajar dengan bagian yang kita buat untuk sumbu tengah dengan cara menambah bahan anyaman.
  • Cara menganyam ini tidak lepas dengan hitungan satu-tiga-satu sampai seterusnya, dan yang ke sampingnya jangan salah jumlah anyamannya dua.
  • Lakukan itu dengan berulang-ulang sampai hasilnya menjadi segitiga, dan sampai kira-kira kita sudah pas untuk membalikan anyaman itu.
  • Perhatikan pas kita mau membalikan anyaman jangan salah dan jangan lupa akhir penganyaman kita akhiri dengan kitungan satu, agar rapih hasilnya, berbeda dengan kita letakan dengan tiga, hasilnya akan terlihat tidak rapih.
  • Lalu kita saatnya membalikan anyaman kita dengan cara melipat ujung terakhir yang kita anyamkan, dan menganyanya kembali ke bagian tengahnya sampai ujung
  • Lakukan selanjutnya dengan cara yang sama, sampai pada akhirnya akan jadi dan siap untuk diproses selanjutnya.
Source Kerajinan Anyaman Caping Dari Bambu Kerajinan Anyaman Caping Dari Bambu
Comments
Loading...