Kerajinan Anyaman Gerabah Di Sewon, Bantul

0 332

Kerajinan Anyaman Gerabah Di Sewon, Bantul

Awalnya mengobati patah tulang, kini menganyam tanah liat. Adalah Asep Maulana Hakim. Upaya ini dilakukan untuk mendobrak batasan yang selama ini dibuat manusia. Ada beragam anyaman dari tanah liat, seperti anyaman kipas sate, caping, keranjang pakaian, sampai keranjang wadah ayam. Karya langka itu dihasilkan oleh tangan terampil lelaki kelahiran Garut, Jawa Barat Asep Maulana Hakim. Asep kini berdomisili di Prancak Dukuh, Panggungharjo, Sewon Bantul.

Asep melalui perjalanan panjang menjadi penganyam tanah liat. Bapak dua anak itu sejatinya bekerja sebagai tukang pijat orang dewasa dan bayi. Kakek dari garis keturunan ayahnya mewariskan keahlian memijat kepada Asep. Awal 2006, sebelum gempa mengguncang DIY, Asep menginjakan kakinya ke Jogja untuk mengadu nasib sebagai pemijat. Saat bencana gempa, Asep turut menjadi sukarelawan menyembuhkan korban patah tulang dengan teknik pijat.

Setahun kemudian pada 2007, ia masuk Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja. Baru pada semester ketiga, ia secara tidak sengaja menemukan teknik menganyam tanah liat setelah berkali-kali menggosok tanah liat di pelajaran seni kriya. Lelaki berambut cepak itu merasa ada kesamaan teknik saat menggosok dan memilin tanah liat dengan saat ia memijat tubuh manusia.

Asep tak memerlukan cetakan untuk membentuk tanah liat menjadi seperti potongan bambu kecil dan tipis yang siap dianyam. Proses memilin itu hanya mengandalkan perasaan agar tanah yang dipilin menjadi rapi dan serupa ukurannya. Setelah bahan anyaman dipilin, ia mulai menganyamnya menjadi berbagai macam rupa. Sebelumnya, Asep menyiapkan sketsa di atas kertas untuk barang yang akan dibentuk dari anyaman tanah. Setelah selesai, produk anyaman lalu dibakar di dalam oven.

Source http://www.harianjogja.com http://www.harianjogja.com/baca/2014/11/26/kerajinan-unik-menganyam-tanah-bagaimana-caranya-555208
Comments
Loading...