Kerajinan Anyaman Keranjang Bronjong Di Klaten

0 482

Kerajinan Anyaman Keranjang Bronjong 

Produk-produk anyaman dari Desa Bero, Kecamatan Trucuk, Klaten, seperti bronjong. Keberadaan produk anyaman dari kayu dan limbah ini benar-benar bisa membawa keberkahan jika bisa dikelola dengan profesional.

Untuk mengenalkan produk tersebut, maka saat ada Pencanangan Gerakan Nasional Pekan Deteksi Dini IVA dan Sadanis bagi guru yang digelar di Alun-alun Klaten, Camat bersama warga Bero membuka pameran produk tersebut di sudut sisi utara Alun-alun Klaten.

Di Kecamatan Trucuk, jelas Camat Trucuk Bambang Haryoko SSos MM, warga Dukuh Karangkulon, Desa Bero, sudah menekuni usaha anyaman dengan bahan utama dari janur dan bambu sejak 10 tahun lalu.

Dan karena keadaan, ternyata banyak limbah plastik pabrik yang ada, maka dimanfaatkan menjadi bahan untuk buat tas keranjang dan bronjong. Dalam sehari, warga bisa bikin 4-5 bronjong dan hasilnya dijual di pasar sekitar, seperti pasar Pedan, pasar Cawas dan pasar lainnya.

“Produk kerajinan anyaman ini akan terus kita tumbuh kembangkan, dan bagaimana warga sekitar juga bisa menggeluti usaha ini. Sebab kalau bisa dikelola dengan bagus, ada kerjasama dengan bakul atau pedagang pasar, atau bahkan bisa dijual ke luar kota, maka hasilnya juga akan semakin bagus. Tinggal bagaimana terobosan pemasaran,” jelas Bambang.

Sementara itu, Kepala Des Bero Suranto SSi menambahkan, salah satu warga Karangkulon yang sudah bertahun-tahun menekuni usaha anyaman bambu dan anyaman dari limbah prabik adalah Wardoyo.

Kisaran 3 bulan lalu, pengrajin anyaman Karangkulon ini juga mendapatkan pemihakan dari Pemerintah Propinsi Jawa Tengah. Adanya keberpihakan pemerintah dalam ikut mengembangkan usaha ini, bisa mendorong pengrajin lebih maju dan bisa berdaya saing.

Harga setiap produknya variasi dan terjangkau, seperti tempat nasi bambu Rp20 ribu, kere bambu panjang 1 meteran Rp80 ribu, kere panjang 2 meteran Rp160 ribu, tempah besek, dan lainnya.

Camat Bambang menambahkan, untuk program dampingan di Kecamatan Trucuk ada tiga, yaitu UPK Ronggowarsito, Peningkatan Kualitas Hidup (PKH) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Dan terkait usaha produksi, UPK Ronggowarsito dan PKH sangat intens dalam memberikan pemihakan. Seperti pruduk-produk yang dipamerkan di Alun-alun ini merupakan Perkumpulan Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat UPK Ronggowarsito Trucuk yang saling bekerjasama menuju Kabupaten Klaten yang maju, mandiri dan berdaya saing.

“Sudah menjadi tugas pemerintah untuk selalu memberikan motivasi, dorongan atau upaya-upaya agar usaha kerajinan yang ada di masyarakat tetap bisa eksis dan maju berkembang. Tidak ada camat atau kades yang hanya tinggal diam, tetap kita bantu sesuai kemampuan dan tupoksi yang ada,” tandasnya.

Source http://kabarepiye.com http://kabarepiye.com/limbah-pabrik-jadi-bahan-utama-kerajinan-anyaman-di-desa-bero-trucuk/
Comments
Loading...