Kerajinan Anyaman Pandan Tunjang Di Belu

0 245

Kerajinan Anyaman Pandan Tunjang Di Belu

Selain bercocok tanam dan nelayan, menganyam pandan menjadi tanasak, koba mane, feto, topi, tas buku, hiasan pintu atau barang lainnya sudah menjadi bagian dari mata pencarian warga di Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, hampir semua warga, terutama yang ada di Dusun Lafahin dan Lakaikiri bisa menganyam daun pandan. Keahlian ini diakui warga, sebagai warisan nenek moyang mereka hingga sekarang. Bahkan tidak sedikit hasil kerajinan mereka sangat diminati seperti tanasak (tempat siri pinang), tas, koba, topi, hiasan pintu dan dinding. Dari hasil penjualan kerajinan itu, mereka memperoleh uang sebesar Rp. 25.000 hingga Rp. 100.000 per anyaman.

Palmira Lopez, warga Dualaus mengaku, kreatifitas kerajinan yang mereka miliki saat ini, sudah ada sejak kedatangan mereka dari Timor Leste ke Belu pada tahun 1999 yang lalu.

Dia menambahkan, kendati kreatifitas otodidak yang dipunyai warga sudah bisa menambah penghasilan, namun untuk menghasilkan anyaman berkualitas sesuai permintaan pasar, adalah kendala utama yang mereka hadapi saat ini.

”Motif, warna, dan bentuk anyaman dari dulu hingga sekarang tidak berubah. Kami ingin di latih agar bisa menghasilkan anyaman berkualitas sesuai permintaan pasar” pinta Palmira diamini Yuliana Serao, salah satu ketua kelompok pengrajin anyaman di daerah itu.

Dikatakan pula, wilayah penghasil kuliner, abon ikun tuna, nuget ikan dan somai ini, selain bertani dan nelayan setiap hari, warga di daerahnya membuat berbagai macam bentuk anyaman, menggunakan bahan dasar lontar dan pandan. Hal itu sangat dimungkinkan karena permintaan pasar terhadap hasil anyaman dari kedua bahan baku itu, tidak pernah berhenti. “Pesanan selalu ada, bukan hanya dari warga Kakuluk Mesak, tetapi juga dari kota kabupaten. banyak permintaan anyaman yang dihasilkan oleh pengrajian disini, karena kualitasnya yang dinilai bagus oleh pembeli, ” ujarnya.

”Ciri khas yang dimiliki pengrajin daerah ini sangat luar biasa. Kita akan saling memotivasi untuk mendesain berbagai bentuk anyaman yang bervariasi, sesuai mode perkembangan jaman, demi kebaikan bersama. Kita juga tidak akan merubah keunikan dan keasliannya,” jelasnya.

Ketua Tim PKK Kabupaten Belu ini juga mengatakan, hasil kerajinan anyaman masyarakat belu telah merambah ke banyak daerah. Beberapa daerah yang selama ini menjadi tempat pemasaran, diantaranya Belu, Kupang hingga Jakarta.

Source Kerajinan Anyaman Pandan Tunjang Di Belu Kerajinan Anyaman Pandan Tunjang Di Belu
Comments
Loading...