Kerajinan Anyaman Plastik Di Desa Sambirejo

0 85

Kerajinan Anyaman Plastik Di Desa Sambirejo

Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul merupakan desa penghasil anyaman plastik terbesar di Gunungkidul. 3 Dusun dari 9 Dusun di Sambirejo, yaitu Dusun Sambeng 1, Sambeng 2 dan Tobong mayoritas warga masyarakatnya menekuni usaha ini. Jenis usaha ini merupakan salah satu bentuk usaha alternatif yang menjadi pilihan warga masyarakat Sambirejo. Berbagai jenis produk anyaman plastik yang dihasilkan bronjong, tas untuk belanja, tempat sampah, nampan, pot, sangkar ayam, wadah pakaian dan berbagai jenis barang lainnya.

Sebagian pengrajin menjadikan usaha produksi anyaman ini sebagai sumber pendapatan utama. biasanya mereka ini adalah orang-orang yang mempunyai cukup modal dan mampu menyetok bahan dalam jumlah yang cukup banyak. Dan sebagian pengrajin yang lain hanya menjadikan usaha anyaman plastik ini sebagai usaha sampingan yang dikerjakan di saat tidak sibuk atau pada malam hari saja. Pelaku jenis kedua ini biasanya hanya menjadi buruh atau pekerja dari mereka yang mempunyai modal dan bahan baku banyak. Buruh ini biasanya diupah mulai kisaran Rp 15.000 hingga Rp 30.000 perbarang tergantung jenis dan ukurannya barang yang dikerjakannya.

Bentuk usaha anyaman ini sudah berlangsung cukup lama di Desa Sambirejo, khususnya di Sambeng 2. awalnya, sebelum menggeluti anyaman plastik, pengrajin anyaman plastik merupakan pelaku kerajinan anyaman dari bambu. Selang beberapa lama, yakni sekitar tahun 2009 ketika bahan baku bambu harganya semakin mahal dan proses pengerjaannya dirasa cukup sulit serta butuh waktu yang cukup lama, kemudian masyarakat beralih menggunakkan bahan dari plastik. Plastik yang digunakan sebagai bahan dasar anyaman ini, masyarakat memanfaatkan plastik limbah dari pabrik tenun. dengan bahan dasar tersebut, disamping harga bahannya yang cukup terjangkau, proses pengerjaannya juga relatif mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama.

Limbah plastik tersebut, masyarakat biasa mendapatkannya dari Menden Klaten. Saat awal-awal penggunaan bahan dasar ini, yaitu sekitar tahun 2010-an, harga perkilonya Rp 2.700. semakin lama harga bahan semakin mahal, hingga saat ini harga berada dikisaran Rp 5.500 hingga Rp 6.500.

Source https://lamanhanafi.wordpress.com https://lamanhanafi.wordpress.com/2018/06/06/manfaatkan-limbah-plastik-desa-sambirejo-penghasil-bronjong-terbesar-di-gunungkidul/
Comments
Loading...