Kerajinan Anyaman Tali Temali Di Semarang

0 210

Kerajinan Anyaman Tali Temali Di Semarang

Tren seni menganyam atau macrame belakangan kembali naik daun. Keunikan hasil kreativitas dari anyaman tali temali banyak dimanfaatkan sebagai dekorasi rumah maupun ragam produk kerajinan tangan lainnya.

Salah seorang perajin macrame, Retno Damayanti mengungkapkan, karya seni jenis tersebut sebelumnya juga pernah cukup popular. Namun kemudian meredup dan kini kembali digandrungi seiring dengan berkembangnya rumah-rumah bergaya Scandinavian.

“Tali temali yang dianyam pada sebatang kayu mampu memberikan kesan vintageyang cukup kental, karena itu karya jenis ini banyak ditemui sebagai wall hanging di rumah-rumah bergaya Scandinavian maupun gaya ala Bohemian,” ujarnya.

Selain hiasan dinding, rangkaian simpul tali ini juga banyak dimanfaatkan sebagai media untuk menggantung pot, khususnya pot-pot berisi tanaman hias yang menjuntai. Ya, alih-alih sekedar digantung menggunakan kawat, kreasi anyaman tali akan semakin mempercantik aneka tanaman tersebut.

“Sedangkan untuk produk handmade lainnya, ada yang saya kreasikan menjadi kalung, gantungan kunci dan bisa juga menjadi tas,” ujar pemilik label Macrame Project ini.

Menurutnya, kerajinan macrame ke depan masih cukup potensial untuk dikembangkan. Terlebih untuk produk-produk yang tak sekedar hiasan namun juga memiliki fungsi khusus lainnya. Gantungan pot, diantaranya.

“Sejauh ini pesanan terbanyak gantungan pot, baik dari dalam Semarang maupun luar kota hingga Sumatera dan Kalimantan. Untuk sistem pemasaran, selain offline  dengan membuka stan maupun mengikuti bazar. Sistem online melalui sosial media juga cukup membantu,” ujar alumnus Undip ini.

Kemudian untuk material, perempuan yang akrab disapa Maya ini menggunakan dua jenis tali. Yaitu tali kur dan tali yang berasal dari katun. Tali kur dengan pilihan ragam warna banyak digunakan sebagai bahan untuk gantungan pot. Sedangkan tali katun sebagai hiasan dinding maupun aksesoris lainnya.

“Tali katun biasanya hanya putih saja. Agar tidak monoton, sebagian juga ada yang diberi warna menggunakan pewarna tekstil. Beberapa teknik bisa digunakan untuk menghasilkan beberapa warna dalam satu rangkaian ataupun ombre,” ujar perempuan asli Semarang ini.

Sedangkan untuk proses pembuatan, lanjut Maya, bagi pemula bisa memulai dengan mengaplikasikan empat simpul dasar. Yaitu, lark’s head knot, square knot, spiral knot dan half hitch knot. “Sebetulnya ada cukup banyak jenis simpul, tapi biasanya empat simpul dasar ini yang saya sampaikan saat memberikan pelatihan. Dari empat simpul tersebut, nantinya bisa diolah lagi menjadi berbagai produk tergantung kreativitas masing-masing,” ujarnya

Source http://radarsemarang.com http://radarsemarang.com/2018/02/25/anyam-tali-temali-jadi-hiasan-cantik/
Comments
Loading...