Kerajinan Anyaman Tempeleh Di Desa Kemirisewu

0 246

Kerajinan Anyaman Tempeleh Di Desa Kemirisewu

Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, selama ini identik dengan home industry kerajinan bambu. Seperti, pembuatan aneka tusuk sate.

Namun, bukan hanya itu potensi ekonomi yang dimilik Desa Kemirisewu. Di Kemirisewu, juga ada kerajinan berupa anyaman tempeleh. Yaitu, plafon rumah yang terbuat dari anyaman bambu.

Saat ini, ada belasan perajin di Kemirisewu. Mereka tersebar di dua dusun. Yaitu, Dusun Kemirisewu dan Begagah.

“Sama dengan pembuatan aneka tusuk sate, anyaman tempeleh juga menjadi produk unggulan di desa kami. Sudah ada dari dulu dan bertahan hingga sekarang,” tutur Pj Kades Kemirisewu M. Suhud.

Bahkan, tempeleh sudah menjadi ikon dan produk unggulan di Kemirisewu. Karena itu, produk ini mendapat atensi dan perhatian khusus dari pemdes setempat.

Pemdes pun membantu proses promosi hingga dan pemasaran di lapangan. Juga mengupayakan pelatihan dengan menggandeng instansi terkait.

“Pemdes memang memberikan atensi tersendiri untuk home industry tempeleh. Juga aneka tusuk sate dan jenis lainnya. Sebab, kerajinan ini sudah menjadi ikon desa dan merupakan usaha turun temurun,” cetus Suhud.

Saat ini, menurutnya, perajin yang ada merupakan generasi kedua dan ketiga. Mereka menekuni usaha yang sama, dengan belajar dari generasi sebelumnya.

Caranya, lembaran bambu tipis dianyam menjadi tempeleh. Semuanya dikerjakan di rumah masing-masing perajin dengan cara manual.

Proses pembuatannya sendiri memang tak bisa cepat. Satu lembar tempeleh butuh waktu 5-7 hari, bahkan bisa lebih. Tergantung ukuran tempeleh.

“Ukurannya bervariatif. Per meternya sekitar Rp 50 ribu. Pembuatannya dilakukan berdasarkan pesanan. Antara lain kota dan daerah di sekitaran Jatim ,” kata Jumani, 57, perajin tempelehasal Dusun Begagah.

Source https://radarbromo.co.id https://radarbromo.co.id/2018/09/20/produk-anyaman-tempeleh-dari-desa-kemirisewu-ini-biasa-digunakan-untuk-plafon-rumah/
Comments
Loading...