Kerajinan Anyaman Tikar Pandan Di Sijunjung

0 596

Kerajinan Anyaman Tikar Pandan Di Sijunjung

Tikar anyaman pandan, salah satu kerajinan tangan khas dari Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) semakin tergerus dengan waktu. Dulu tikar ini sangat mudah ditemukan. Tidak hanya di Sijunjung, di kabupaten/kota lain di Sumbar begitu mudah mendapatkannya. Di Kabupaten Sijunjung terdapat sebuah desa atau nagari yang dulu menjadi sentra kerajinan anyamanan tikar pandan. Daerah itu namanya Nagari Padang Laweh Selatan.

Hasil anyaman dari daerah ini bahkan dulunya sudah banyak dipasarkan keluar Sumbar. Kini alih-alih mendapatkannya di luar daerah. Di Sijunjung sendiri semakin ditemukan orang menjualnya. Selain akibat harga yang murah, pandan yang menjadi bahan baku kerajinan itu  kerap begitu sulit didapatkan.

Selain akibat pembangunan, semakin berkurangnya lahan tumbuhan pandan ini juga dipicu oleh peralihan mata pencaharian masyarakat setempat. Mereka tidak lagi menjadikan kerajinan dari pandan ini sebagai penghasilan utama keluarga.

 Putiak, wanita lansia dari Jorong Ranah Sigading merupakan salah seorang pengrajin tikarsejak 55 tahun silam. Dia menyebut, dahulunya kerajinan pandan mampu menjadi penopang kebutuhan rumah tangga masyarakat setempat. Namun seiring berjalannya waktu, dimana harga kebutuhan pokok semakin tinggi, sementara harga tikar pandan hasil kerajinan warga tetap bertahan dengan harga murah.

Sehingga warga lebih memilih menekuni pekerjaan di luar, seperti menyadap karet, bertani, bahkan menambang emas. “Kalau menambang emas atau menyadap karet hasilnya lumayan. Kalau menganyam ini sangat lama, harganya juga murah kalau dijual,” akuinya.

Meski harga buatan tangannya masih relatif murah, namun Putiak tetap menjalani akitifitas membuat tikar dari Pandan. Meski waktu yang disediakan dalam sehari hanya 3 jam. Yakni dikala segala aktivitas harian telah selesai.

Sebagai wanita yang telah lanjut usia, Putiak terkadang lebih memilih mengumpulkan buah pinang yang tertanam di sekeliling rumahnya dibanding membuat tikar.

Untuk satu helai tikar Pandan ukuran 1,5×2 meter, Putiak menghabiskan waktu sehari. Namun karena waktu per harinya hanya disediakan tiga jam untuk menganyam, terkadang Putiak mampu menyelesaikan satu helai anyaman selama dua atau tiga hari.

Source https://www.jawapos.com https://www.jawapos.com/read/2016/08/25/46910/tergerus-waktu-tikar-anyaman-pandan-semakin-memudar
Comments
Loading...