Kerajinan Atap Nipah Di Banyuasin

0 486

Kerajinan Atap Nipah Di Banyuasin

Dahulu, rumah-rumah tradisional di Indonesia menggunakan atap yang terbuat dari bahan alam seperti nipah, sirap, kayu, dan genteng. Sampai abad ke 19, atap nipah masih umum dipergunakan di seluruh penjuru nusantara. Beberapa waktu lalu atap nipah mulai ditinggalkan karena alasan kepraktisan. Karena atap nipah ini perlu diganti setiap lima hingga sepuluh. Padahal atap ini sejuk dan lebih ramah lingkungan. Atap nipah juga memberikan penghidupan kepada penduduk lokal. Salah satunya di Desa Kenten laut, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Di kabupaten yang bersebelahan dengan kota Palembang ini, hampir seluruh penduduk perempuannya menjadi pembuat atap nipah secara turun-temurun. Ibu-ibu dan remaja perempuan menganyam atap di sela-sela membersihkan rumah dan memasak. Perajin-perajin ini bekerja untuk seorang pengepul. Salah satunya yaitu Sutari. Mereka melipat daun nipah dan menjalinnya dengan buluh bambu hingga panjang atap mencapai 1,5 meter. Dalam sehari, seorang pembuat atap bisa menyelesaikan empat puluh hingga seratus lembar daun. Seorang penganyam mendapat upah sekitar Rp. 13.000 per seratus buah atap. Biaya tersebut dibayarkan seminggu sekali.

Sang pengepul yang mengeluarkan modal untuk membeli daun nipah. Per gulung harganya Rp. 5.500 rupiah. Ia juga mengeluarkan uang untuk membeli batang bambu yang diiris menyerupai benang. Bambu yang dipakai untuk menjalin atap tersebut harganya Rp 15.000 per seratus batang. Selain ibu-ibu rumah tangga, anak-anak perempuan juga ikut membuat ayaman atap. Mereka melakukannya untuk menambah uang saku.

Setiap mendekati lebaran, anak-anak perempuan berlomba membuat atap untuk membeli baju. Selain memberi tambahan penghasilan bagi perempuan di Desa Kenten laut. Pembuatan atap nipah juga memberi pendapatan bagi nelayan di seputar pesisir pantai. Di sela-sela menjaring ikan, nelayan memanen nipah yang sudah tua. Karena kelestarian nipah berhubungan erat dengan mata pencaharian, nelayan menjaga nipah yang juga befungsi sebagai penahan abrasi. Atap nipah kerap digunakan untuk membuat kandang ayam atau kandang sapi. Sejak konsep kembali ke alam menjadi tren, bahan ini mulai dipergunakan sebagai atap restoran, resort, dan café. Pemilik ruang usaha tersebut menyukai suasana alami yang dihasilkan atap nipah.

Source http://ulinulin.com/ http://ulinulin.com/posts/kerajinan-atap-nipah-di-sumatera-selatan
Comments
Loading...