Kerajinan Bahan Limbah Karya Siswa SMP Di Pasuruan

0 192

Kerajinan Bahan Limbah Karya Siswa SMP Di Pasuruan

Puluhan kerajinan tangan ditata rapi di sebuah ruangan kerajinan SMPN 4 Nguling, Kecamatan Gondangwetan, Pasuruan. Ada beberapa kerajinan tangan yang ditata di ruangan ini. Seperti miniatur kapal pesiar, hiasan dinding, miniatur mobil, patung burung, vas bunga dan masih banyak lagi. Uniknya, puluhan kerajinan tangan buatan siswa SMP se-Kabupaten Pasuruan ini terbuat dari bahan limbah bekas.

Limbah bahan bekas yang digunakan untuk membuat kerajinantangan ini bervariasi mulai dari limbah sandal jepit bekas, plastik, botol – botol tak berfungsi hingga batang pohon dan kulit kerang. Meski demikian, karya anak – anak SMP ini memiliki nilai artistik yang cukup tinggi.

Bahkan, karyanya pun selalu menjadi unggulan dan pajangan setiap ada kegiatan tentang pendidikan baik itu tingkat kabupaten atau provinsi di Pasuruan. Para siswa – siswi SMP ini menyebutnya sebagai karya seni terapan.

Sebab, mengubah sebuah limbah yang awalnya tidak digunakan atau bahkan dibuang begitu saja, menjadi sebuah karya kerajinantangan luar biasa indahnya.

Ada hal menarik, dari deretan karya tangan siswa – siswa ini. Setiap masing siswa – siswi membuat karya tangan sesuai dengan daerah asal sekolahnya. Contohnya, miniatur kapal nelayan yang terbuat dari karet bekas sandal jepit, karya siswa SMPN 4 Nguling. SMPN 4 Nguling ini memang berada di pesisir pantai, sehingga miniatur yang dibuatnya pun tentang perahu.

Nur Ahmad, salah satu siswa SMPN 4 Nguling, mengatakan, miniatur perahu nelayan ini dibuat karena lokasi sekolahnya berada Desa Watuprapat yang berada di tepi pantai. Untuk bahan sandal jepit yang dipilih itu, ia memanfaatkan limbah sandal jepit yang ada di sepanjang pantai atau sekitar sekolahan.

Ia mengatakan, membuat satu kerajinan miniatur kapal ini dibutuhkan tidak lebih dari Rp 100.000 untuk modalnya. Ia menjelaskan, semua bahan utamnya diambil dari limbah bahan bekas.

“Paling hanya beli lem, gunting dan sebagainya. Untuk satu kapal, dibutuhkan waktu 1 – 2 minggu proses pengerjaannya. Kenapa lama, karena kami kerjakan sepulang sekolah. Membuat kapal ini tidak mengganggu aktivitas sekolah kok,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi menuturkan, karya siswa ini perlu diapresiasi mulai dari guru pengajar dan para siswa agar lebih bisa berimprovisasi dan inovasi.

“Karya seni ini juga bisa membangun karakter siswa, untuk terus berkreasi. Sehingga siswa tidak terperosok ke dalam masalah-masalah seperti penyalahgunaan narkoba maupun kenakalan remaja,” tandas Iswahyudi.

Source http://surabaya.tribunnews.com http://surabaya.tribunnews.com/2017/03/08/kecil-kecil-hebat-siswa-smp-mampu-ciptakan-kerajinan-tangan-dari-bahan-limbah-bekas?page=2
Comments
Loading...