Kerajinan Bahan Pelepah Pisang Di Tuban

0 559

Kerajinan Bahan Pelepah Pisang Di Tuban

Di tangan Hasanudin, pelepah pisang bisa dijadikan barang bernilai seni. Tas, tempat tissue, bunga, bolpoin, serta gantungan kunci berbahan pelesah pisang telah banyak dijual warga Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak itu. Tumpukan pelepah pisang kering kecokelatan memenuhi sebuah gubug berukuran 3 x 5 meter. Lem, gunting kardus, botol air minum, gelas, biji asem, biji koro, dan biji tanaman kacang-kacangan juga ada di gubug itu.

salah satu gubug dijadikan warga Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak ini untuk sentra pembuatan kerajinan seperti tas, tempat tissue dan bunga. Juga, tempat bolpoin dan gantungan kunci.

Kerajinan ini baru digeluti Hasan sekitar enam bulan lalu. Awalnya, dia belajar dari teman karibnya dari luar kota Tuban. Berbekal melihat dan mengamati kerajinan milik temannya itu, Hasan lalu mencobanya di rumah. Hasil karyanya semula kurang memuaskan. Namun, dia tak putus asa. Dengan kesabarannya, Hasan terus menelateni kerajinan tersebut.

Usahanya itu pun berkembang. Istri Rofi’ah ini lalu merekrut tiga karyawan. Pembuatan kerajinan tersebut diawali dengan dikeringkannya pelepah pisang selama 4-5 hari. Setelah itu, pelepah pisang dipotong-potong sesuai dengan ukuran kebutuhan. Potongan tersebut lalu dihaluskan dengan alat tradisional.

Selanjutnya, pelepah pisang dipadukan dengan pernik-pernik yang ada. Seperti membuat tempat bunga. Satu botol tempat air minum dibungkus dengan pelepah tersebut dengan menggunakan lem. Di atas pelepah itu lalu dikasih pernik-pernik tampar kecil yang telah disediakan. Agar tidak mudah lepas, Hasan menempelkan dengan lem.

Setiap hari, Hasan yang dibantu tiga karyawannya bisa membuat 10 tas, tempat tissue, bolpoin, dan gantungan kunci. Sebagian barang-barang tersebut dijual bervariasi antara Rp 20 ribu hingga Rp 35 ribu.

Untuk mencari bahan pelepah pisang, Hasan tidak terlalu kesulitan. Di sekitar rumahnya, banyak warga yang memiliki pohon pisang. ”Pelepah kering ini kami beli Rp 1 ribu per kg. Belinya dari para wali murid yang anaknya sekolah di tempat saya,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Al Husain ini.

Hasil karya Hasan sudah pernah diikutkan pameran di Tuban. Dalam waktu lima hari, dia berhasil menjual 200 jenis kerajinannya. ”Kami pernah membawa ke diknas. Saat itu ada kunjungan Dinas Pariwisata Jatim, juga tertarik. Bahkan, suruh mengembangkan,” tuturnya.

Source https://tubanonline.wordpress.com https://tubanonline.wordpress.com/2009/09/15/hasanudin-perajin-berbahan-pelepah-pisang-di-tuban/
Comments
Loading...