Kerajinan Baju Barong Di Desa Beng

0 147

Kerajinan Baju Barong Di Desa Beng

Berkunjung ke Bali tak terasa lengkap jika tidak membawa oleh-oleh khas daerah ini. Beragam aksesoris dan baju menjadi buruan wisatawan untuk dijadikan buah tangan. Salah satunya adalah baju berhiaskan bentuk baraong atau yang dikenal dengan nama baju barong. Barong Bali memang memiliki keunikan tersendiri. Tidak hanya menarik dinikmati dalam bentuk tarian namun barong-barong ini juga cantik dijadikan aksen baju. Anda akan dengan mudah menemui baju barong ini di pusat-pusat wisata Bali atau pun di pasar tradisional Bali, seperti pasar sukawati, pasar badung, pasar ubud, dan pasar kumbasari.

Namun , jika anda tertarik untuk melihat secara langsung produksi dari baju barong ini, anda bisa mengunjungi Desa Beng, yang berada di kabupaten Gianyar ini. Anda yang dari Denpasar bisa menuju desa ini dalam waktu 45 menit atau sejauh 35 km. Selanjutnya dari lapangan astina Gianyar, anda tinggal melanjutkan perjalanan sejauh 2 km dan tiba di Jalan Gunung Agung. Di situlah anda akan menemukan sebuah desa wisata sentra kerajinan baju barong.

Yang membuat baju barong ini semakin menarik adalah pembuatannya yang tidak menggunakan mesin alias hand made. Warga Desa Beng memang tetap mempertahankan pembuatan baju barong secara tradisional dan warisan nenek moyang mereka selama ratusan tahun. Bahkan meski permintaan pasar begitu tinggi terhadap baju barong ini, masyarakat Beng tetap menggunakan cara tradisional. Sebaliknya mereka justru menjadikan pekerjaan penjahit baju barong sebagai profesi utama mereka.

Berbahan dasar kain rayon, baju barong dibuat layaknya t-shirt tanpa menggunakan kerah dengan ujung baju yang dibiarkan berumbai dan tidak dijahit. Dalam pembuatan baju barong sendiri terbagi atas dua keklompok, yakni untuk kain dasar berwarna dan kain dasar putih. Pembuatan baju barong dengan kain berwarna dasar putih terbilang cukup singkat lantaran bisa langsung menggambar barong tanpa perlu melewati tahap pewarnaan. Jadi kain yang telah dijahit sesuai ukuran, bisa langsung dilukis gambar barong.

Sebaliknya untuk baju barong berbahan dasar warna terlebih dahulu harus melewati proses pewarnaan pasca dijahit berdasarkan ukuran. Cara pewarnaannya dengan mengikatnya menggunakan tali plstik dan membungkus baju dengan plastik pada bagian depan dan belakangnya. Hal ini dimaksudkan untuk tetap memberikan ruang warna putih tempat menggambar barong. Selain yang tidak diikat dan dibungkus, kain akan dicelupkan pada cairan pewarna pakaian. Setelah selesai barulah plastik pembungkus kain dibuka dan baju dicuci dan dikeringkan. Jika telah benar-benar kering, selanjutnya baju tinggal diberi gambar barong.

Orang-orang yang bertugas menggambar barong adalah mereka yang memang memiliki keahlian melukis. Penggunaan bahan pewarna lukisnya pun tidak sembarangan namun menggunkana pewarna khusus. Sebagai tahap awal pelukis barong menggambar pola di atas baju dan kemudian diwarnai. Dalam melukis barong di baju bukan membutuhkan kemampuan yang mumpuni namun juga dibutuhkan kehati-hatian yang luar biasa. Hal ini dikarenakan jika terjadi kesalahan maka goresan yang ada tidak bisa dihapus. Warna yang biasa digunakan adalah warna hitam dan merah. Hal ini dikarenakan pemberian naptol putih sebelum proses pelukisan yang akan membuat warna hitam menjadi coklat dan warna merah menjadi kekuningan. Hingga akhirnya akan nampak empat warna.

Source http://www.anythingbali.com http://www.anythingbali.com/desa-beng-sentra-kerajinan-baju-barong/
Comments
Loading...