Kerajinan Baju Surjan Di Yogyakarta

0 158

Kerajinan Baju Surjan Di Yogyakarta

Surjan adalah nama model busana adat jawa khususnya Jawa tengah dan Yogyakarta. Surjan dominan dipakai oleh laki laki, meskipun tidak sedikit wanita juga memakainnya dalam bentuk kebaya. Surjan banyak ditemui pada pelaksanaan upacara adat, dipadukan dengan kain jarik dan blangkon.

Tidak banyak orang berprofesi sebagai perajin kain surjan. Salah satunya adalah Siti Bayinah, warga desa Kentolan Kidul RT 06 Guwosari Pajangan Bantul ini. Diakuinya permintaan kain surjan memang tidak seramai pesanan baju yang lain sehingga tidak banyak orang memproduksinya.

Namun seiring dengan program pemerintah daerah untuk mewajibkan pns memakai baju adat pada hari pasaran tertentu dan mulai maraknya perayaan upacara adat, membuat pesanan baju surjan ikut meningkat. Salon dan persewaan baju adat juga turut menambah permintaan baju surjan, sehingga usaha busana surjan mulai menggeliat lagi.

“Adanya program memakai busana adat hari pasaran tertentu setiap bulan, bisa mengangkat kembali kerajinan surjan,” ujar Bayinah.

Tahapan membuat surjan berbeda dengan busana pada umumnya. Kekhasan surjan terletak pada pola rancangan baju. Benik atau pengikat kancing baju hanya ada dua terletak pada bagian depan atas. Sementara bagian depan menjuntai dengan salah satu kain runcing kebawah.

Motif pada surjan juga melambangkan identitas sosial pemakainya. Seperti motif bunga, atau ontrokusuma, motif ini hanya khusus dikenakan oleh para bangsawan. Kain yang digunakan untuk motif ontrokusuma juga terbuat dari bahan yang berkualitas misal dari sutra. Kemudian selanjutnya adalah motif lurik atau garis-garis lurus. Kain surjan dengan motif ini digunakan untuk strata masyarakat biasa surjan jenis ini juga banyak digunakan oleh aparat kerajaan hingga prajurit. Motif lurik biasanya banyak dijumpai dengan warna coklat dan biru.

Source http://www.krjogja.com http://www.krjogja.com/web/news/read/884/home3.html
Comments
Loading...