Kerajinan Bambu Di Desa Jepang

0 138

Kerajinan Bambu Di Desa Jepang

Kerajinan Desa Jepang di Kabupaten Kudus, bisa dibilang sangat populer. Berbagai produksi kerajinan itu, antara lain besek, tambir, tetek, ekrak, kere’, hingga kurungan ayam dan sangkat burung.  Namun nasib kerajinan tradisional turun temurun ini, kini mengkhawatirkan dan terancam punah.

Bahkan, para pengrajin pun tidak ada yang benar-benar ikhlas anaknya meneruskan profesinya menjadi pengrajin bambu. ‘’Kalau bisa nyari pekerjaan lain yang lebih menjanjikan,’’ ujar Sulistiana.

Saat ditemui Oasis dia menjelaskan, ia menekuni membuat besek sejak 17 tahun lalu selepas keluar dari bekerja di salah satu perusahaan rokok di Kudus. Ibu tiga anak ini mengisahkan, awal belajar membuat besek dari orang-orang tua pendahulunya.

‘’Dulu belajarnya dari sering melihat orang-orang tua membuat besek. Tidak sulit membuatnya, karena ini kerajinan yang sudah ada turun temurun,’’ katanya saat ditemui di rumahnya.

Apakah besek tidak tergeser dengan keberadaan kardus di era modern saat ini? ‘’Tidak. Besek masih tetap laku dan banyak peminta, karena ada kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki kardus. Seperti lebih kuat dan tahan saat ditumpuk,’’ terangnya.

Maka tidak heran jika besek ini pemasarannya tidak mengalami kesulitan. Sebab, selalu ada pesanan dan jika tidak ada pesanan, diambil bakul-bakul. ‘’Paling ramai biasanya pas Idul Adha dan maulud Nadi saat ada tradisi golok-golok menthok,’’ jelasnya.

Suwarti (50), ibu dengan empat anak dan enam cucu ini lebih memilih membuat kerajinan tetek ketimbang bekerja di perusahaan rokok. ‘’Tetek biasanya digunakan untuk menjemur mie atau krupuk,’’ tuturnya.

Proses pembuatan tetek, katanya, tidak jauh berbeda dengan membuat besek. ‘’Tetek anyamannya lebih longgar dan bambunya keras. Ukurannya juga lebih besar. Kalau besek anyamannya rapet dan bambunya halus, ukurannyalebih kecil, hanya tiga jengkal.”

Mengenai harga jual, perbuah sekitar Rp. 4.000. ‘’Sehari bisa menganyam paling tidak dua buah, ini kalau sudah mulai proses-proses sebelumnya. Pasar tetek lebih bagus pas musim hujan, karena buat penyimpan mie agar tidakbusuk,” terangnya.

Source http://oasistansaro.blogspot.com http://oasistansaro.blogspot.com/2013/10/senjakala-kerajinan-bambu-desa-jepang.html
Comments
Loading...