Kerajinan Bambu Di Desa Sanankerto

0 250

Kerajinan Bambu Di Desa Sanankerto

Hadirnya Taman Wisata Boon Pring, rupanya membawa berkah tersendiri bagi para perajin di kawasan di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Mereka yang awalnya berprofesi sebagai perajin kayu, kini mulai beralih menjadi perajin bambu.

Salah satu perajin bambu, Totok Setiawan, mengaku, banyaknya ketersediaan bambu di sekitar lingkungannya, membuat ia beralih ke bambu.

“Dulu saya mengawali kerajinan bambu sejak ada Desa Wisata Boon Pring tahun 2013. Kalau dulu bermain ukiran kayu, tapi sekarang saya seriusi bambu. Karena dari Desa Sanankerto sendiri bambu sudah menjadi ikon,” akunya.

Totok menyampaikan, sebenarnya sejak lama bahan baku bambu di Desa Sanankerto bisa dikatakan melimpah. Hanya saja masyarakat belum banyak yang memanfaatkannya.

“Baru beberapa tahun belakangan ini saja setelah ada Taman Wisata Boon Pring, masyarakat mulai banyak memanfaatkan menjadi kerajinan,” ujarnya.

Selain ketersediaan yang melimpah, kerajinan bambu lebih unik dibandingkan dengan kayu. Menurutnya, jika diberikan sentuhan kreativitas tinggi dan perlakuan manajemen yang terukur akan mendatangkan peluang usaha yang menjanjikan.

“Selain batangnya, akar dan daun bambu juga bisa dipakai kerajinan. Inilah yang menjadi keunikan dari bambu,” terangnya. Jenis yang kerap digunakan yakni bambu petung, bambu ori, dan bambu ampel.

Lebih lanjut dikatakan Totok, bambu bisa dibuat berbagai produk kerajinan. Ruas perbatasan bambu dapat dijadikan sebagai kerajinan asbak rokok. Namun, seiring bertambahnya waktu, selera konsumen mengalami peningkatan.

“Sekarang sudah mulai diminati kerajinan bambu modern, yaitu rak, kotak tisu, asbak, kap lampu, miniatur kapal laut, gantungan kunci bahkan patung dan topeng. Saat ini banyak digemari masyarakat,” terangnya.

Dikatakan Totok, selain di wilayah Malang, kerajinan bambu buatannya juga kerap dipasarkan ke luar Malang hingga ke wilayah Medan secara online. Mengenai harga sangat bervariasi bergantung pada tingkat kesulitan dan besar kecilnya produk.

“Untuk gantungan kunci dari bambu hanya 5-10 ribu rupiah. Sedangkan untuk ukiran bambu paling mahal mencapai satu juta rupiah,” terangnya. Dalam membuat kerajinan bambu dirinya juga dibantu teman-teman karang taruna.

“Kami berharap dengan semakin dikenal Taman Wisata Boon Pring, kerajinan bambu Desa Sanankerto bisa terus berkembang. Lebih dikenal masyarakat Indonesia, bahkan internasional,” pungkasnya.

Source https://www.cendananews.com/ https://www.cendananews.com/2018/08/geliat-kerajinan-bambu-di-desa-sanankerto.html
Comments
Loading...