Kerajinan Bambu Di Mlati

0 130

Kerajinan Bambu Di Mlati

Menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dinilai menguntungkan eksportir kerajinan bambu di Cebongan Kidul, Tlogoadi, Mlati, Sleman. Salah satu yang menikmati hasilnya adalah Muryadi yang sekaligus sebagai ketua Asosiasi Sentra Bambu Sembada. Muryadi beruntung saat nilai tukar dolar tengah naik, ia mendapat pesanan kiriman kerajinan bambu ke Jerman.

Dijelaskan Muryadi, awal bulan September ini pihaknya setidaknya akan mengirimkan 50 buah kerajinan bambu berbagai jenis, baik berupa tirai, rak, hingga meja kursi. Total pembelian oleh pembeli dari Jerman ini mencapai nominal Rp 30 juta. Muryadi mengungkapkan beruntung pada saat penjualan kerajinan tengah lesu, ada pembeli dari luar negeri tertarik dan membeli dengan jumlah yang besar.

“Terakhir ekspor ke Jerman juga, itu tahun 2000 awal. Kalau sebelum ini, penjualan sedang sepi karena banyaknya persaingan perajin bambu,” tuturnya.

Ia menjelaskan dengan nilai tukar dollar yang tinggi ini, dirinya bisa mendapat untung sebanyak 15 persen. Keadaan ini pernah dihadapinya sekitar tahun 1998 saat krisis ekonomi yang juga menyebabkan nilai rupiah yang turun.

Muryadi juga menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan kesempatan menjual hasil karyanya ke luar negeri berkat akses dari beberapa pelanggannya. Dalam penjualannya, ia tidak perlu memusingkan pengiriman karena ia bekerjasama dengan perantara.

Walaupun diakuinya perantara menaikan harga produk mereka, tetapi pajak yang dikenakan untuk pengiriman ke luar negeri juga ditanggung oleh pihak perantara.

Source http://jogja.tribunnews.com http://jogja.tribunnews.com/2015/08/25/perajin-bambu-di-mlati-raup-keuntungan-di-tengah-menguatnya-dolar-as
Comments
Loading...