Kerajinan Bambu Ulung Di Seberang Sungai Musi

0 186

Kerajinan Bambu Ulung Di Seberang Sungai Musi

Sumber Daya Alam yang berlimpah di bumi nusantara ini benar-benar bisa membuat kita kaya bila bisa diolah dengan baik. Itulah yang dilakukan oleh sekelompok anak muda yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Sukses (Kompas) yang berada di Kecamatan Seberang Musi. Mereka membentuk kelompok untuk menggerakan usaha kerajinan bambu ulung atau bambu hitam karena di wilayah mereka cukup banyak terdapat bambu tersebut.

ABIL warga Desa Kandang Kecamatan Seberang Musi menjadi pencetus pertama dari usaha kerajinan bambu yang dibuatnya. Dirintis sejak dua tahun lalu, akhirnya dia berhasil menyakinkan teman-temannya untuk sama-sama membuka usaha bambu ulung dengan membuat beragam kerajinan tangan mulai dari kursi yang satu set dengan meja, anyaman bambu, asbak, tempat mengaji, dan lainnya.

Di era modern seperti sekarang ini dengan beragam bentuk dan model kursi tentu menjadi tugas berat bagi mereka bagaimana peluang usaha mereka membuat kursi yang terbuat dari bambu bisa dilirik masyarakat. Untuk itu, mereka harus punya kreatifitas tinggi untuk membuat bentuk model yang unik dan khas sehingga pembeli tertarik. Selain itu, kualitas kursi dari bambu juga dijamin kualitasnya tahan lama.

“Kalau bambu ulung ini beda dengan bambu lainnya karena tidak dimakan bubuk sehingga bisa tahan puluhan tahun,” kata Abil saat diwawancara ditempat usahanya. Abil mengungkapkan, sebenarnya dirinya belajar kerajinan bambu tersebut secara otodidak. Diawali dari keinginan dirinya untuk mempertahankan kerajinan anyaman dengan bahan baku bambu yang mulai punah di wilayah mereka. Namun, dia sedikit memoles sehingga model kerajinan yang dibuatnya tidak kaku dan ketinggalan zaman.

“Pertamanya sendirian, kemudian saya ajak kawan-kawan untuk bergabung dan akhirnya membentuk komunitas pemuda,” terangnya. Omzet yang mereka dapatkan terbilang lumayan. Dalam satu set yang terdiri dari 4 kursi dan  1 meja bisa mereka jual Rp 2 juta – Rp 2,5 juta, tergantung motif dan ukursan kursi yang diinginkan pembeli tersebut. ada juga kursi yang dengan tarif murah mulai dari harga Rp 500 ribu-Rp 800 ribu.

Selain itu, mereka juga menerima pesanan untuk pemasangan saung atau pondokan untuk tempat usaha atau tempat bersantai di rumah. Harganya pun berbeda tergantung besar ukuran saung yang diinginkan. Namun untuk kalkulasinya dihitung per meter yakni Rp 1,5 juta per meternya. “Untuk yang pesan sudah cukup banyak di Kepahiang dan di Kota Bengkulu. kalau mereka di Bengkulu mau pesan kami yang biasanya datang kesana, hitungannya tergantung besaran saung yang akan dibuat itu,” tambahnya.

Abil mengaku, selama ini belum pernah mendapatkan perhatian maupun bantuan modal dari pemerintah atas usaha yang mereka lakukan itu. Menurutnya, mereka bergerak sedikit demi sedikit untuk mengembangkan usahanya agar bisa maju dan berkembang. “Yang saya inginkan agar memberdayakan para pemuda agar kalau bisa jangan sampai ada yang menganggur. Mereka bisa berkreatitas. Komunitas ini juga tak hanya untuk Kecamatan Seberang Musi tetapi terbuka untuk seluruh pemuda Kepahiang,” pungkasnya

Source http://harianrakyatbengkulu.com http://harianrakyatbengkulu.com/ver3/2017/07/31/kerajinan-bambu-ulung-karya-pemuda-seberang-musi/
Comments
Loading...