Kerajinan Bambu Unik Karya Siswa Di Jepara

0 173

Kerajinan Bambu Unik Karya Siswa Di Jepara

Bambu tak hanya dapat digunakan untuk membuat layang-layang atau hanya untuk dijadikan alat pelengkap ketika membangun sebuah rumah atau bangunan lainnya. Di tangan para siswa-siswa kreatif ini, bambu dapat menjadi kerajinan yang unik.

Seperti halnya yang dilakukan beberapa siswa di SMA 1 Bangsri Jepara. Salah satunya Faiz Maulana dan Ahmad Husni, siswa kelas XI. Dengan bahan baku potongan bambu jenis petong, mereka merangkainya hingga menjadi pancuran air yang bertingkat-tingkat dan beberapa kerajinan lainnya.

“Kalau pembuatan pancuran air ini, proses pembuatan membutuhan waktu 6 jam. Bambu dipotong dari ukuran agak panjang, ke yang lebih pendek,” kata Faiz.

Tujuannya, lanjutnya, ketika sudah tersusun, air bisa mengalir jika sudah memenuhi rongga bambu. Sifat air mengalir dari tempat tinggi ke rendah. Prinsip itu yang digunakan untuk membuat pancuran air.

Berbeda dengan Faiz dan Husni, Siswa lain menyulap bambu jadi miniatur becak. Pembuatan miniatur yang membutuhkan waktu hampir sehari itu memanfaatkan bambu yang sudah dipotong seukuran tusuk sate itu kemudian dirangkai hingga menyerupai becak. Adapun roda becak menggunakan kardus bekas.

“Proses pembuatan memang agak lama karena memang baru kali pertama. Miniatur becak sengaja dibuat untuk menjadi pengingat akan alat transportasi yang kian langka lantaran ditinggalkan oleh konsumennya,” kata Ketua tim, Devy Setyawati.

Tak hanya itu, siswa lain juga ada yang membuat miniatur kapal perang tradisional. Bahkan karya itu sudah ditawar oleh salah satu guru yang tertarik. Dari modal Rp 35 ribu untuk membeli bahan baku bambu, lem dan satu botol pewarna, sang guru menawar dengan harga Rp 250 ribu. Tapi buah tangan mereka enggan dilepas, kecuali berani membayar Rp 300 ribu.

“Tak hanya tiga karya itu, sejumlah kerajinan dari bambu lainnya juga tak kalah menarik. Banyak siswa yang membuat miniatur rumah adat. Lengkap dengan atap yang terbuat dari daun bambu. Beberapa anak juga merangkai potongan bambu sebagai hiasan lampu dan aksesoris menyimpan alat tulis kantor (ATK),” ungkap Kepala Sekolah SMA 1 Bangsri, Nur Kholik.

Menurut dia, sebenarnya dirinya tidak menyangka jika siswa-siswanya mampu berkreasi seperti itu. Bahkan karya siswa sebetulnya sudah layak jual. Hal itu sesuai dengan apa yang diharapkan, yakni selalu mampu kreatif untuk menjawab tantangan masa depan.

“Bahan baku bambu memang sengaja dipilih lantaran tak banyak digunakan oleh perajin di Jepara. Padahal bambu banyak ditemukan dan relatif lebih mudah untuk disulap menjadi kerajinan yang indah, bahkan layak jual,” imbuhnya

Source http://arsip.murianews.com http://arsip.murianews.com/2015/11/23/keren-siswa-sma-1-bangsri-jepara-ini-sulap-bambu-jadi-kerajinan-unik/
Comments
Loading...