Kerajinan Barang Bekas Di Banda Sakti

0 199

Kerajinan Barang Bekas Di Banda Sakti

Seorang guru sekolah dasar, warga asal Gampong Kutablang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Iriani (46 tahun) bersama suaminya, Ridwan Has, telah menyulap sampah dan barang bekas lainnya menjadi sebuah kerajinan tangan yang memiliki nilai jual tinggi.

“Kita membuka usaha kerajinan bunga kering yang dibuat dari sampah-sampah semenjak tahun 2009, pada saat itu modal yang kami keluarkan sebesar Rp 200 ribu saja,” katanya. Iriani mengaku, dirinya melakoni pekerjaan tersebut karena sebelumnya sangat menginginkan hiasan bunga di dalam rumahnya. Namun karena belum mampu untuk membeli, sehingga mencoba untuk merangkai sendiri dari sampah dan barang bekas.

“Aktivitas saya sehari-hari merupakan seorang guru di sekolah dasar, namun karena penghasilannya tidak mencukupi, jadi saya mencoba membuka usaha kerajinan bunga kering di rumah untuk tambahan ekonomi,” jelasnya.

Iriani mengatakan, adapun jenis barang yang dibuat dari barang bekas ini berupa bunga kering, bos sovenir dan pensil hias. Kesemua jenis tersebut sengaja mereka sulap dari sampah dan barang bekas sebagai bahan bakunya.“Bahan baku yang kita gunakan berupa ranting bambu, daun pisang kering, kulit pisang, pelepah pinang, palem putri, biji sao, bunga vinus dan buah kepah,” ujarnya.Lanjutnya, untuk penghasilan yang didapatkan dengan modal dasar Rp200 ribu itu, kini dia bisa meraup keuntungan Rp 3 juta hingga Rp5 juta per bulan.sedangkan hasil karyanya sering dipesan pada acara sunatan dan acara pesta perkawinan dalam wilayah Kota Lhokseumawe, selain itu juga sebagai oleh-oleh dibawa pulang bagi pendatang ke daerah itu.

“Biasanya juga ada yang pesan dari berbagai daerah dalam wilayah Aceh dan juga hasil karya kita diletakkan di toko-toko, selain itu juga pernah kami kirimkan ke Kota jakarta,” kisahnya.Kalau untuk bunga berukuran kecil dia menjual Rp 5 ribu pertangkai, yang besar Rp15 ribu per tangkainya, kalau satu paket mencapai Rp 750 ribu.“Nama tempat produksi kami yaitu ‘home industri’, untuk bahan bakunya sengaja kami ambil dari pedalamam, sedangkan untuk bunga vinus kami pilih langsung dari Bener Meriah,” ungkapnya.Iriani berharap, pemerintah dapat sedikit peduli dan menambahkan modal usaha untuk mengembangkan rumah produksi mereka. Karena iriani juga mengaku ada mempekerjakan tiga orang anak-anak putus sekolah sebagai tambahan jajan untuk mereka.

Source https://www.goaceh.co https://www.goaceh.co/berita/baca/2017/03/23/modal-hanya-rp-200-ribu-keuntungan-seorang-guru-sd-di-lhokseumawe-kini-mengejutkan
Comments
Loading...