Kerajinan Batako Di Semarang

0 163

Kerajinan Batako Di Semarang

Tujuh tahun menjadi buruh di Korea, benar-benar tidak disia-siakan Mugiyanto. Bapak satu anak yang tinggal di Dusun Silowan, Kelurahan Pager Sari, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, ini merasa cukup mengais modal dengan tiga tahun menjadi buruh meubel (1997-2000), dan empat tahun menjadi buruh tekstil (2005-2009) sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Korea. Setelah itu, ia menekuni wirausaha pembuatan batako, paving, bis beton, kolong selokan, dan lain-lain.

Mugiyanto menceritakan, untuk melakoni wirausaha pembuatan batako, paving, bis beton, kolong selokan dan beragam jenis lainnya ini, memerlukan modal kurang lebih Rp 200 juta. Keseluruhan untuk memulai membuka wirausaha pembuatan batako, paving, bis beton, kolong selokan, dan sejenisnya ini, Mugiyanto menyiapkan modal kurang lebih sebesar Rp 225 juta.

Mugiyanto menyadari sekali dengan kemampuan pendidikan yang dimiliki. Ia mengaku, hanya lulusan SMP PGRI di Bergas pada 1994. Kemudian melanjutkan ke SMA di Ambarawa namun tidak sampai tamat alias potol (putus) tengah jalan.

Setelah selang lima tahun berada di tanah air, Mugiyanto, ternyata belum juga bisa memulai wirausaha yang dicita-citakannya, memproduksi batako, paving, bis beton, dan kolong selokan itu. Hambatannya, sebut Mugiyanto, pada faktor modal. Namun, ia mengaku, tidak merugi. Selama lima tahun di tanah air, ia manfaatkan dengan belajar mendalami pembuatan batako, paving, bis beton, kolong selokan, dengan bekerja pada orang lain yang dianggapnya lebih ahli.

Walhasil, Mugiyanto pun makin bersemangat mencari modal dengan mengadu nasib sebagai TKI di Korea kedua kalinya. Ia pun kembali menjadi buruh di pabrik tekstil. Kali ini, Mugiyanto mendapatkan gaji lebih besar, Rp 15 juta perbulan.

Dari wirausaha membuat batako, paving, bis beton, dan kolong selokan ini, Mugiyanto mengaku, mendapatkan untung kurang lebih Rp 5 juta sampai Rp 7,5 juta perbulannya. Tetapi, ia merasa lebih tenang dan bebas mengatur waktu. “Yang penting, kalau ada janji dengan pemesan, harus dilayani tepat waktu,” pungkas Mugiyanto.

Source http://buruh-korea.blogspot.co.id http://buruh-korea.blogspot.co.id/2013/01/mugiyanto-sukses-jadi-pengusaha-batako.html
Comments
Loading...