Kerajinan Batik Canting Wira Di Surabaya

0 150

Kerajinan Batik Canting Wira Di Surabaya

Sebelum menjadi perajin batik, karier Wirasno ternyata sama sekali tidak ‘bersentuhan’ dengan dunia ‘canting’. Dia menekuni karier sebagai karyawan di perusahaan trading internasional. Sampai pada suatu hari dia tertarik untuk coba-coba berdagang batik. “Batik yang saya jual tidak hanya dari Pekalongan, tapi dari berbagai daerah,” ungkap pria yang belum lama ini dikukuhkan sebagai Wakil Ketua Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur (APBJ) periode 2014-2017.

Namun dia berpikir kalau menjadi ‘pedagang’ maka selamanya dia harus siap ‘perang’ harga dengan pedagang yang lain. “Kalau produk saya lebih mahal dibanding lawan, ya pembeli akan lari ke tempat lain demikian pula sebaliknya. Kapan suksesnya kalau seperti itu terus? Nah, saya ingin keluar dari situasi itu, kalau semula hanya menjadi pedagang saya ingin menjadi perajin batik,” papar pria yang akrab dipanggil Wira ini berkisah.

 

Pada tahun 2005 dia memutuskan untuk beralih profesi sebagai pembatik. Awalnya, dalam melahirkan karya-karyanya Wira memilih mengikuti tren yang ada di masyarakat saat itu. Seiring perjalanan waktu, jam terbang Wirasno di dunia perbatikan semakin matang, tak lagi mengikuti arus. Dua tahun kemudian dia mulai menemukan karakternya sebagai perajin batik. Diakui Wira, budaya daerah asalnya yakni Pekalongan dan Surabaya tempat tinggalnya selama 15 tahun ini saling mempengaruhi dalam melahirkan karya-karyanya.

Hasilnya? “Batik-batik saya lebih dinamis, lepas dari pakem. Demikian juga dengan warnanya, warna batik saya cenderung memberi kesan cerah, karena saya lebih menyukai yang kontras. Ciri khas masyarakat pesisir sangat kuat. Pekalongan dan Surabaya khan sesungguhnya masih satu garis geografis khan. Jadi benar-benar kuat,” jelasnya. Selain warna-warna cerah, merah, hijau, kuning dan warna-warna terang lainnya, ciri khas Batik Canting Wira terletak pada penggunaan garis tepi di setiap motifnya. Bila pada batik lain, garisnya cenderung tipis, maka garis tepi motif batik Wira cenderung tebal dengan warna-warna yang terang.

Meski sama-sama pesisir, Wira tegas-tegas mengatakan batiknya sangat berbeda dengan batik Madura. “Goresan batik Madura lebih ekspresif, itu bisa dilihat dari garisnya, antara bagian yang satu dengan yang lain garisnya terputus. Sementara batik Jawa Timur secara umum mengikuti pola, bagian yang satu dengan yang lain ‘nyambung’ satu garis. Itu sebabnya batik Madura terkesan tidak bersih. Namun ‘tidak bersih’nya itulah yang menjadi kekuatan, dan akhirnya menjadi ciri khasnya,” jelasnya.

Source https://infobatik.id https://infobatik.id/batik-canting-wira-sering-juara-pertahankan-eksklusivitas/
Comments
Loading...