Kerajinan Batik Dengan Pewarna Kulit Manggis Di Sukoharjo

0 327

Kerajinan Batik Dengan Pewarna Kulit Manggis Di Sukoharjo

Pengrajin batik tulis dan cap yang satu ini patut dicontoh. Di tengah maraknya penggunaan bahan kimia sebagai pewarnaan batik, justru pengrajin Rumah Batik Adi Busana di Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah menggunakan kulit manggis sebagai pewarna alami.

Menurut Pemilik Rumah Batik Adi Busana, Harsono, kain batik yang diproduksinya itu 80% menggunakan pewarnaan alami dari kulit manggis dan kayu-kayuan. Penggunaan warna alami ini dilakukan karena selain ramah lingkungan, limbah yang dihasilkannya ini mudah terurai sehingga tidak menimbulkan polusi.


Harsono memulai usahanya itu pada tahun 1978 meneruskan orangtua. Awalnya hanya memproduksi kain jarik dan lendang. Seiring dengan perkembangan kini merambah ke busana. Dalam menjalankan usahanya, Harsono melibatkan 25 orang karyawan mulai dari produksi, pengemasan hingga pemasaran.

Lelaki yang juga sebagai Ketua Klaster Batik Sidomukti Sukoharjo ini mengungkapkan, sejauh ini proses produksinya tidak mengalami kendala, baik dari segi permodalan, bahan baku maupun tenaga kerja. Dalam sehari produksi batik tulis dan cap yang dihasilkan mencapai 200-300 potong. Satu potong batik cap dijual dengan harga Rp150.000-Rp200.000, sedang batik tulis dijual dengan harga mulai Rp250.000 sampai tak terbatas.

“Setrategi pemasaran yang saya lakukan ini adalah melalui pameran. Pertama kali ikut pameran ini di Jakarta. Kemudian batik saya mulai dikenal,” tandasnya. Harsono mengaku sudah memasarkan batiknya di pasar dalam negeri. Meliputi Solo, Yogyakarta, Semarang dan Jakarta.

Source http://www.jitunews.com http://www.jitunews.com/read/23089/pengrajin-batik-sukoharjo-ini-manfaatkan-kulit-manggis-untuk-pewarna-alami
Comments
Loading...