Kerajinan Batik Di Papua

Desainer batik port numbay Jimmy Hendrick Afaar memperlihatkan salah satu motif batik port numbay kreasinya di sanggar batiknya di Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (29/5). Di sana ia juga telah melatih 550 mama-mama dari Abepura belajar membatik. Saat ini, batik Papua terus berkembang di Kota Jayapura dengan motif-motif yang diambil dari khasanah budaya suku-suku asli Papua. Kompas/Irene Sarwindaningrum (IRE) 29-05-2015
0 167

Kerajinan Batik Di Papua

Masih soal batik, Batik Papua memang jarang diperbincangkan, namun namanya sudah sangat tersohor di dunia. Itu semua tidak lepas dari jasa Jimmy Afaar, dan karena batik Papua juga dia menjadi seorang pebisnis super kaya di Papua. Berikut adalah kisah mengenai putra Papua yang mengharumkan nama Indonesia itu.

Jimmy Afaar, seorang putra Papua sangat tertarik dengan seni batik yang ada di nusantara. Mulai saat itu dirinya berniat mempelajari mengenai batik ini langsung di tempat industrinya yang ada di pulau Jawa. Dan tempat yang dia tujuh adalah Pekalongan, yang memang selama ini dikenal sebagai sentra batik terkenal.

Di sana perjuangannya untuk mempelajari masalah pembuatan batik ini tidak mudah, hanya untuk menggunakan canting dan mencampur warna saja butuh waktu empat bulan lamanya. Meskipun datang dari pulau yang berbeda, orang-orang di sana memperlakukan Jimmy Afaar dengan baik, bahkan mereka malah senang ada anak Papua yang mau jauh-jauh datang untuk mempelajari Batik warisan khas Indonesia.

Batik memang ciri khas Indonesia, hampir seluruh daerah di negeri ini memiliki batiknya sendiri. Karena merasa bahwa Papua belum memiliki identitas batiknya sendiri, Jimmy Afaar merasa terpanggil untuk kembali ke kampung halamannya di Papua.

Dan di pria ini akhirnya membuat corak khas Papua untuk dijadikan sebuah batik. Mulai sejak itulah batik Papua menjadi terkenal di seantero Indonesia. Jimmy Afaar juga tidak ragu mengajarkan ilmu membatiknya pada orang lain di sana. Awalnya adalah hal berat bagi Jimmy Afaar untuk mengajak orang Papua untuk belajar batik, namun lama-kelamaan mereka justru sangat senang jika membatik.

Awalnya mungkin sangat Sulit bagi Jimmy Afaar untuk memulai bisnis batik ini, banyak kendala yang harus dia hadapi. Contohnya, kurangnya pekerja, bahan dasar yang harus mengambil dari Jawa dan banyak kendala lainnya. Bisnis batiknya pernah pasang surut, bahkan hampir bangkrut. Omset awal yang hanya sekitar 13 juta, kadang sering tidak ada labanya.

Karena jasa Jimmy Afaar, kini Papua telah memiliki motif batiknya sendiri. Hal ini juga menampik anggapan orang, bahwa Papua jauh dari kesuksesan. Mereka memiliki kesempatan yang sama dengan suku bangsa lainnya, toh kita sama-sama Indonesia.

Source https://www.boombastis.com https://www.boombastis.com/jimmy-papua-batik/105222
Comments
Loading...